Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Detik-detik Wakil Ketua Umum PSI Ronald Sinaga Diduga Dipukul Preman di Menteng

Repelita.net

05 May 2026 20:48 WIB • 763 view

[VIRAL] Detik-detik Wakil Ketua Umum PSI Ronald Sinaga Diduga Dipukul Preman di Menteng
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah rekaman video yang memperlihatkan detik-detik mengerikan ketika Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald Aristone Sinaga yang akrab disapa Bro Ron, diduga menjadi korban pemukulan oleh sekelompok pria di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, viral di berbagai platform media sosial pada Selasa, 5 Mei 2026.

Insiden pemukulan ini pertama kali diunggah oleh Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Ahmad Sahroni, melalui akun Instagram pribadinya @ahmadsahroni88 yang kemudian langsung menyebar luas dan menjadi perbincangan hangat publik .

ADVERTISEMENT

Dalam potongan video yang beredar tersebut, tampak seorang pria yang mengenakan baju berwarna krem menghampiri Bro Ron dan mengajaknya berbicara dengan nada yang terlihat memanas, namun korban tampak berusaha menghindari pria tersebut .

Secara tiba-tiba dan tanpa diduga, seorang pria lain yang bertubuh gempal dengan menggunakan kaos hitam langsung melayangkan pukulan keras ke arah wajah Bro Ron tepat di depan beberapa orang yang sedang berada di lokasi .

Pria berbaju krem yang sebelumnya terlibat cekcok mulut kemudian ikut mendekat dan tampak hendak kembali menyerang korban bersama rekannya yang lain .

Situasi semakin mencekam ketika terlihat seorang aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang kebetulan berada di lokasi berusaha menjadi penengah sekaligus melerai ketiga pria yang hendak mengeroyok Bro Ron .

"Saya minta tolong perhatian @kapoldametrojaya @divisihumaspolri @polsekmetromenteng_official," tulis Ahmad Sahroni dalam keterangan yang menyertai unggahan video tersebut sebagai laporan publik atas aksi premanisme yang tidak bisa ditoleransi .

Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, membenarkan bahwa peristiwa pemukulan terhadap Waketum PSI tersebut benar terjadi di wilayah hukumnya pada Senin, 4 Mei 2026 sekitar pukul 18.22 WIB di depan Kantor Michael Putra and Partners yang berlokasi di Jalan Soeroso, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat .

Bro Ron sendiri kemudian menjelaskan bahwa dirinya sedang mendampingi 15 orang karyawan PT Sinergi Karya Sejahtera (SKS) yang hendak melakukan audiensi ke kantor firma hukum Michael Putra and Partners (MPP) terkait dugaan penggelapan dana perusahaan senilai Rp 9 miliar yang belum jelas peruntukannya .

Menurut keterangan korban, kedatangannya ke kantor firma hukum tersebut karena ia mengenal pimpinan MPP yang merupakan mantan partner bisnisnya pada tahun lalu sehingga ia diminta untuk membantu proses mediasi .

Audiensi yang berlangsung bersamaan dengan aksi unjuk rasa karyawan PT SKS di depan gedung MPP itu kemudian berjalan tegang ketika tiga orang yang tidak dikenal datang dan mengaku sebagai pihak pengamanan kantor sekitar pukul 18.00 WIB .

"Mereka bilang mereka disitu sebagai pengamanan kantor dan meminta untuk semua keluar dari gedung. Kalau mau aksi di luar gedung saja," kata Ronald menirukan ucapan ketiga pria tersebut .

Terjadilah cekcok adu mulut antara ketiga oknum tersebut dengan rombongan karyawan PT SKS beserta Bro Ron, namun beruntungnya anggota Polsek Menteng yang sudah lebih dulu hadir di lokasi berhasil mengawal mereka turun melalui lift hingga ke lobi gedung .

Namun sekitar 15 menit kemudian, ketiga pria tersebut secara mengejutkan kembali naik ke lantai 4 yang merupakan lokasi kantor MPP dan kembali terlibat perselisihan hanya sekitar 10 detik setelah mereka muncul dari tangga .

Dalam perselisihan singkat itulah dua orang pria yang salah satunya berbadan gempal berbaju hitam secara tiba-tiba melayangkan pukulan ke arah wajah Bro Ron yang terekam jelas dalam video viral tersebut .

Akibat pemukulan yang brutal tersebut, Bro Ron mengalami luka robek yang cukup serius di bagian bawah mata kanan serta memar di bagian belakang kepalanya .

Korban kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk dilakukan visum serta mendapatkan penanganan medis intensif untuk menjahit luka di pelipis matanya .

Pihak kepolisian dari Polsek Metro Menteng bertindak cepat dengan mengamankan dua orang terduga pelaku pemukulan yang masing-masing berinisial MRB dan RO untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku .

Kedua pelaku yang masih berstatus sebagai terduga ini saat ini telah diamankan di Mapolsek Metro Menteng untuk menjalani serangkaian pemeriksaan guna mengungkap motif dan kronologi lengkap di balik aksi pengeroyokan yang viral tersebut .

Polisi juga telah memeriksa Bro Ron sebagai korban beserta dua orang saksi mata yang melihat langsung kejadian pemukulan, serta menyita barang bukti berupa rekaman video dan pakaian korban .

Motif sementara yang berhasil diungkap oleh penyidik adalah bahwa pemukulan didasari oleh emosi dan rasa kesal akibat percekcokan mulut yang terjadi antara kedua belah pihak sebelum insiden kekerasan terjadi .

Kedua pelaku kini dijerat dengan Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai tindak pidana pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara .

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sendiri telah angkat bicara mengecam keras aksi pemukulan terhadap Wakil Ketua Umum mereka yang dinilai sebagai serangan terhadap kemanusiaan dan ancaman nyata atas kebebasan serta keamanan warga negara .

Juru Bicara DPP PSI, Kamaruddin, menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan apalagi yang terjadi di negara hukum seperti Indonesia. "Kekerasan hanya menunjukkan kelemahan akal sehat dan ketidakmampuan berdialog secara setara," tegas Kamaruddin seraya meminta polisi mengusut tuntas kasus ini .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung