Berita, Timur Tengah

Trump Tegaskan Iran Tak Berhak Tarik Pajak Kapal di Selat Hormuz, AS Kecam Pungutan Rp33 Miliar per Kapal

Repelita.net

30 March 2026 20:21 WIB • 1,083 view

Trump Tegaskan Iran Tak Berhak Tarik Pajak Kapal di Selat Hormuz, AS Kecam Pungutan Rp33 Miliar per Kapal
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Iran tidak seharusnya memungut biaya dari kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz, sebagai tanggapan atas pernyataan anggota parlemen Iran Mohammadreza Rezaei Kouchi yang sebelumnya menyatakan keinginan untuk melegalkan pungutan tersebut.

Trump menyampaikan pernyataannya di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, di mana Iran dilaporkan telah mulai mengenakan biaya hingga 2 juta dolar AS atau sekitar Rp 33,8 miliar bagi setiap kapal dagang yang melintasi selat strategis tersebut sejak 24 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

"Seharusnya mereka tak bisa melakukan itu, tetapi mereka sedang melakukannya sedikit," kata Trump menanggapi kebijakan unilateral yang diterapkan Iran di jalur perairan yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia.

Konflik berskala besar di kawasan ini bermula pada 28 Februari 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan luas dan menewaskan warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah, memicu eskalasi yang berlangsung hingga saat ini dan berdampak pada stabilitas keamanan maritim di Selat Hormuz.

Eskalasi konflik di sekitar Iran menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz yang merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk ke pasar global.

Kondisi tersebut secara signifikan mempengaruhi ekspor dan produksi minyak di kawasan Teluk serta mendorong kenaikan harga energi dunia yang melonjak tajam pasca pecahnya perang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung