Berita, Timur Tengah

Spanyol Tegaskan Garis Merah Dilanggar Usai TNI Gugur di Lebanon, Panggil Israel Hentikan Serangan dan Prancis Minta DK PBB Bersidang Darurat

Repelita.net

31 March 2026 21:54 WIB • 1,157 view

Spanyol Tegaskan Garis Merah Dilanggar Usai TNI Gugur di Lebanon, Panggil Israel Hentikan Serangan dan Prancis Minta DK PBB Bersidang Darurat
Foto: Istimewa

Repelita Madrid - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan bahwa garis merah telah dilanggar setelah penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tewas dalam serangan di Lebanon, dengan Spanyol mengutuk keras pembunuhan penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di Pasukan Sementara PBB di Lebanon akibat ledakan pada Ahad (29/3/2026) malam.

"Spanyol mengutuk keras peristiwa ini. Mereka menuntut agar asal muasal proyektil tersebut diklarifikasi. Dan kami menyerukan kepada pemerintah Israel untuk menghentikan serangan," tulis Sanchez di akun X pada Senin (30/3/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan bahwa serangan terhadap misi penjaga perdamaian PBB merupakan agresi yang tidak dapat dibenarkan terhadap seluruh komunitas internasional, dan menegaskan perlunya tindakan tegas terhadap pelaku.

Para penjaga perdamaian terbunuh ketika ledakan yang tidak diketahui asalnya menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, menurut pernyataan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) yang dirilis pada Senin (30/3/2026).

“Seorang penjaga perdamaian ketiga terluka parah dan penjaga perdamaian keempat juga terluka,” demikian pernyataan UNIFIL yang merinci jumlah korban dalam insiden tersebut.

Dalam kronologi yang diperoleh, pasukan perdamaian Indonesia yang gugur tersebut turut berjaga bersama pasukan Spanyol di wilayah rawan konflik di Lebanon selatan.

Kematian terbaru ini terjadi kurang dari sehari setelah seorang penjaga perdamaian Indonesia tewas dalam ledakan lain pada Ahad (29/3/2026), menambah daftar panjang korban dari kalangan pasukan penjaga perdamaian.

“Serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701, dan mungkin merupakan kejahatan perang,” kata UNIFIL dalam pernyataannya.

Prancis telah meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyusul insiden yang sangat serius yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.

“Serangan terhadap posisi penjaga perdamaian PBB tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan,” kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot, seraya menambahkan bahwa negaranya menyerukan penyelidikan penuh atas tragedi ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung