Berita, Internasional

Serangan Israel yang menewaskan prajurit TNI persoalan serius, itu kejahatan perang

Repelita.net

31 March 2026 14:35 WIB • 1,075 view

Serangan Israel yang menewaskan prajurit TNI persoalan serius, itu kejahatan perang
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal MI melontarkan kecaman keras terhadap serangan Israel yang menewaskan satu prajurit TNI serta melukai tiga personel lainnya yang sedang bertugas dalam misi perdamaian PBB atau UNIFIL di Lebanon.

"Ini persoalan yang sangat serius. Pasukan perdamaian hadir untuk menjaga stabilitas, bukan untuk berperang. Menyerang mereka jelas merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional," ujar politisi yang akrab disapa Deng Ical tersebut melalui siaran pers yang diterima di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin (30/3/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan bahwa para prajurit TNI yang menjadi korban merupakan bagian dari pasukan perdamaian dunia yang menjalankan mandat internasional, bukan pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata.

Deng Ical mengutuk dengan tegas serangan tersebut karena dinilainya tidak hanya tragis, tetapi juga berpotensi masuk ke dalam kategori kejahatan perang.

Mantan Wakil Wali Kota Makassar itu menilai insiden tersebut sulit dianggap sebagai sebuah kebetulan belaka.

Ada indikasi kuat bahwa serangan dilakukan dengan unsur kesengajaan, dan hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja tanpa adanya pertanggungjawaban.

"Jika benar ada unsur kesengajaan, maka ini adalah kejahatan serius. Dunia internasional tidak boleh tinggal diam. Insiden itu perlu pertanggungjawaban," ucapnya tegas.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna melakukan investigasi yang menyeluruh.

Deng Ical kembali menekankan pentingnya proses pengungkapan fakta yang transparan dan akuntabel agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Ia juga meminta Kementerian Luar Negeri untuk bergerak cepat menangani dampak insiden, termasuk proses pemulangan jenazah prajurit yang gugur dengan penuh penghormatan serta memastikan prajurit yang terluka mendapatkan perawatan medis terbaik.

"Negara harus hadir. Pemulangan jenazah harus dilakukan secepatnya dengan penuh kehormatan, sementara prajurit yang terluka wajib mendapat penanganan maksimal," katanya menyerukan.

Politisi asal Sulawesi Selatan ini turut menyarankan pentingnya sikap tegas dari Presiden Prabowo Subianto karena negara tidak boleh abai dan perlu menyampaikan sikap resmi atas kejadian tersebut.

"Peristiwa ini bisa menjadi turning point bagi Indonesia untuk mengambil posisi yang lebih tegas terhadap dinamika di Timur Tengah. Negara harus hadir dan bersikap,” ucapnya lagi.

Di sisi lain, Deng Ical turut mengingatkan seluruh personel TNI yang bertugas dalam misi perdamaian di wilayah konflik agar meningkatkan kewaspadaan mengingat situasi di Lebanon saat ini sangat rentan.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah memastikan tiga prajurit TNI yang menjadi korban luka akibat penyerangan di Lebanon telah mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit.

Ketiga prajurit tersebut adalah Praka Rico Pramudia yang mengalami luka berat, sementara Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis.

Satu prajurit TNI bernama Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur dalam serangan tersebut, dan proses pengiriman jenazahnya sedang berlangsung dengan bantuan KBRI Beirut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung