Berita, Nasional

Said Didu Sentil Menkeu Purbaya Soal Daya Beli Semu Yang Ternyata Ditopang Ledakan Pinjol 101 Triliun

Repelita.net

15 May 2026 15:35 WIB • 1,041 view

Said Didu Sentil Menkeu Purbaya Soal Daya Beli Semu Yang Ternyata Ditopang Ledakan Pinjol 101 Triliun
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pernyataan resmi pemerintah mengenai indikator kekuatan finansial masyarakat bawah langsung memicu gelombang perdebatan sengit di ruang digital setelah indikasi tersebut dinilai kontradiktif dengan realitas beban utang yang menjerat publik

Sorotan tajam ini mengemuka menyusul klaim otoritas keuangan nasional yang menyatakan bahwa roda perekonomian domestik saat ini masih berada dalam koridor pertumbuhan yang sangat solid akibat kokohnya tingkat penyerapan pasar

ADVERTISEMENT

Pemerintah melalui estimasi kuartalan menegaskan bahwa daya beli riil masyarakat menjadi pilar utama yang menyelamatkan stabilitas domestik dari ancaman ketidakpastian makro global serta depresiasi nilai tukar rupiah yang kian mengkhawatirkan

Klaim optimistis tersebut langsung dimentahkan oleh pakar kebijakan publik yang menilai indikator semu kekuatan konsumsi tersebut sebenarnya ditopang oleh ledakan pinjaman tidak sehat yang diakses secara masif oleh masyarakat

Melalui sebuah unggahan kritis di platform digital X dengan tautan resmi x.com yang disiarkan pada hari Jumat, 15 Mei 2026 pukul 11.24 WIB, pengamat ekonomi Muhammad Said Didu membongkar anomali data tersebut

Dalam sebuah cuitan responsif yang ditulis tanpa mengalami perubahan redaksional, mantan pejabat kementerian tersebut mempertanyakan keabsahan klaim rezim dengan menyatakan Daya beli naik ? Pinjol naik sebesar 26 % menjadi sktr Rp 101 trilyun. Artinya kenaikan tsb karena utang Pinjol ? sebagai bentuk tamparan keras bagi otoritas

Kritikan pedas itu dilemparkan guna menyikapi kutipan pemberitaan media nasional yang memuat argumentasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai capaian pertumbuhan domestik bruto triwulan pertama sebesar 5,61 persen

Berdasarkan narasi pembelaan pemerintah, kontribusi sektor rumah tangga dilaporkan sangat mendominasi struktur PDB nasional dengan sumbangsih mencapai angka 2,94 persen yang kemudian diklaim seolah-olah ekonomi rakyat masih sangat bergairah

Persentase lonjakan utang pinjaman daring yang dipaparkan oleh kritikus tersebut seketika membuka perspektif baru di kalangan publik bahwa perputaran uang di masyarakat saat ini disinyalir kuat merupakan hasil dari akumulasi utang berbunga tinggi

Unggahan tersebut kini menjadi pusat perhatian netizen karena berhasil menyajikan fakta pembanding yang meruntuhkan narasi kenyamanan ekonomi yang kerap digemborkan oleh para menteri di jajaran kabinet pemerintahan saat ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung