Berita, Nasional

Raja Liurai Malaka Tegaskan Jokowi Cuma Sesepuh Bukan Raja Timor: Kalau Dia Raja, Kami Raja Apa?

Repelita.net

04 August 2026 21:02 WIB • 411 view

Raja Liurai Malaka Tegaskan Jokowi Cuma Sesepuh Bukan Raja Timor: Kalau Dia Raja, Kami Raja Apa?
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Raja Liurai Malaka ke-15 Kerajaan Malaka Wehali Dominicus Kloit Teiseran menyampaikan teguran menohok untuk meluruskan kesimpangsiuran berita seputar penobatan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Nusa Tenggara Timur.

Pemimpin adat tersebut membantah tegas narasi yang menyebut sang mantan presiden telah diangkat menjadi penguasa adat di wilayahnya.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan keberadaan tatanan kebudayaan serta struktur kepemimpinan adat di tanah Timor sudah berdiri kokoh sejak dahulu kala.

"Jadi kalau orang bilang Jokowi raja di Timor, lalu kami raja sebagai apa? di NTT sudah ada struktur Raja Adat," ucapnya.

Dominicus meluruskan bahwa prosesi adat yang dijalani Joko Widodo sebatas pemberian gelar kehormatan sebagai sosok yang dituakan di wilayah tersebut.

"Jadi Jokowi bukan diangkat jadi Raja melainkan penghargaan yang diberikan adalah Sesepuh di Timor," tambahnya.

Pernyataan dari pimpinan adat tersebut lantas memicu sorotan tajam dari pegiat media sosial Chusnul Chotimah.

Chusnul menilai pengakuan sang raja membeberkan fakta terselubung di balik kedatangan mantan presiden tersebut bersama Partai Solidaritas Indonesia.

"Drama Jokowi terbongkar. Ternyata Jokowi yang undang para raja, lalu para raja disuruh tanda tangan untuk mengundang Jokowi datang ke NTT," ujar Chusnul.

Ia mencurigai adanya skenario rekayasa demi menyamarkan agenda pergerakan politik agar terkesan sebagai kunjungan kehormatan atas permintaan pemuka daerah.

"Ini maksudnya apa ya? Apakah untuk menipu rakyat seakan-akan dia datang diundang bukan safari politik?," tukasnya.

Chusnul menyesalkan pembiaran rumor penobatan raja yang sempat dimainkan secara masif oleh lingkaran politisi.

"Lagian Jokowi kan tau acara itu bukan memberi gelar Raja Timor, lalu kenapa dia biarkan kader PSI dan dirinya memainkan isu tersebut?," Chusnul menuturkan.

Ia mengkritik keras sikap jajaran politisi yang dinilainya mengabaikan marwah serta kehormatan struktur adat setempat.

"Tujuannya apa? Apa Jokowi dan PSI enggak ada rasa hormat sedikitpun pada para raja?," tambahnya.

Pegiat media sosial ini juga menyayangkan respons publik dan pemangku adat yang terkesan membiarkan pengaburan makna simbol-simbol kebudayaan tersebut.

"Dan yang saya heran, kok para raja dan rakyat NTT kok enggak marah dipermainkan seperti ini? Mana kehormatan kalian?," tandasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung