Repelita Jakarta - Profil mendalam mengenai figur Wakil Bupati Kabupaten Buru Sudarmo mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah pengawal pribadinya tersandung kasus hukum penyalahgunaan narkotika
Sorotan tajam dari masyarakat luas tersebut mengemuka pasca penangkapan sang ajudan yang kedapatan tengah mengonsumsi zat terlarang bersama sejumlah oknum aparat kepolisian aktif lainnya
ADVERTISEMENT
Kasus yang mencoreng nama baik sirkel birokrasi pemerintahan daerah ini bermula dari tindakan tangkap tangan yang dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Buru pada Selasa, 12 Mei 2026
Pimpinan daerah yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera tersebut tercatat resmi menduduki kursi kepemimpinan periode lima tahunan setelah memenangi kontestasi politik lokal secara demokratis
Dirinya mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Buru ke-5 setelah dilantik secara formal oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bertempat di Kantor Gubernur yang berlokasi di Kota Ambon
Tokoh politik kelahiran Lamongan Jawa Timur pada awal dekade tujuh puluhan ini dikenal memiliki latar belakang akademis yang sangat kuat di bidang ilmu pertanian serta rekam jejak organisasi yang panjang
Pendidikan tinggi formalnya diselesaikan di Universitas Pattimura Ambon untuk gelar sarjana serta berhasil meraih gelar magister sains dari Institut Pertanian Bogor pada awal tahun dua ribuan
Sebelum berkecimpung di dunia birokrasi, ia aktif memimpin sejumlah organisasi keagamaan regional termasuk menjabat sebagai Ketua DPW hingga pengurus pusat pemenangan pemilu wilayah Indonesia Timur
Dalam pelaksanaan roda pemerintahan, sang wakil bertugas mendampingi Bupati Ikram Umasugi dengan visi utama mengupayakan penguatan sektor ekonomi lokal serta mewujudkan tata kelola kabinet yang bersih dari korupsi
Namun integritas lembaga yang dipimpinnya kini mendapat ujian berat setelah pengawal setianya Bripka Abu Bakar diringkus petugas saat sedang berpesta sabu bersama dua anggota polisi di Namlea.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok