Berita, Internasional

Profil Praka Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI Asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon Usia 28 Tahun Tinggalkan Istri dan Anak

Repelita.net

30 March 2026 22:05 WIB • 1,019 view

Profil Praka Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI Asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon Usia 28 Tahun Tinggalkan Istri dan Anak
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Indonesia kembali berduka setelah salah satu putra terbaik bangsa, Praka Farizal Rhomadhon, gugur dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan akibat serangan artileri yang diduga kuat dilancarkan oleh Israel Defence Forces (IDF) pada Minggu (29/3/2026) waktu setempat.

Prajurit TNI yang bertugas di bawah payung United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) itu merupakan putra daerah asal Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang lahir pada 3 Januari 1998 dan menjadi bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S.

ADVERTISEMENT

Praka Farizal berasal dari satuan Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda, dan selama masa dinasnya dikenal sebagai prajurit berprestasi dengan loyalitas tinggi terhadap korps baju hijau.

Ia telah menerima sejumlah penghargaan bergengsi termasuk Satyalancana Dharma Nusa serta Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun sebagai bentuk pengakuan atas pengabdiannya yang tak kenal lelah selama hampir satu dekade di dunia kemiliteran.

Di balik seragam militernya yang gagah, Praka Farizal adalah seorang ayah dan suami yang penyayang, meninggalkan duka mendalam bagi istri dan seorang anak perempuan yang baru menginjak usia dua tahun.

Keluarga kecilnya selama ini menetap di rumah dinas yang berlokasi di Bireuen, Aceh, menanti kepulangan sang pahlawan yang kini harus kembali dalam balutan bendera Merah Putih.

Kronologi insiden mematikan terjadi di sektor Indobatt UNP 7-1 tepatnya di Desa Achid Alqusyar, Lebanon Selatan, ketika serangan artileri menghantam sekitar pukul 20.44 waktu setempat atau Senin (30/3/2026) dini hari pukul 01.40 WIB.

Saat kejadian, pasukan Indonesia tengah menjalankan patroli rutin dan pemantauan garis perbatasan untuk menjaga stabilitas kawasan yang sedang dilanda eskalasi konflik antara Lebanon dan Israel.

Selain merenggut nyawa Praka Farizal, serangan tersebut juga mengakibatkan tiga personel TNI lainnya mengalami luka-luka serius dan kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri bereaksi keras dengan mengecam tindakan militer yang menyasar personel PBB dan menuntut keadilan internasional atas jatuhnya korban jiwa dari pihak penjaga perdamaian.

“Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam. Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” ujar Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam keterangan resmi pada Senin (30/3/2026).

Gugurnya Praka Farizal terjadi di tengah eskalasi konflik yang terus memanas di perbatasan Lebanon dan Israel dalam beberapa pekan terakhir, memicu kekhawatiran global terhadap potensi meluasnya perang di kawasan Timur Tengah.

Bagi Indonesia, kehilangan Praka Farizal menjadi pengingat nyata akan risiko luar biasa yang dihadapi para pasukan perdamaian atau Blue Helmets di garda terdepan misi kemanusiaan internasional.

Profil Praka Farizal Rhomadhon akan terus dikenang sebagai pahlawan bangsa yang gugur demi tegaknya nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian dunia di tengah konflik yang berkecamuk.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung