Berita, Timur Tengah

Presiden Iran Peringatkan Negara Tetangga: Jangan Biarkan Musuh Kami Jalankan Perang dari Wilayah Kalian

Repelita.net

30 March 2026 22:28 WIB • 943 view

Presiden Iran Peringatkan Negara Tetangga: Jangan Biarkan Musuh Kami Jalankan Perang dari Wilayah Kalian
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Presiden Iran Masoud Pezeshkian kembali mendesak negara-negara tetangga untuk tidak membiarkan musuh-musuh Teheran menjalankan perang dari wilayah mereka, dengan peringatan tegas bahwa jika infrastruktur atau pusat ekonomi Iran diserang maka negaranya akan membalas dengan keras.

“Kami sudah berkali-kali menegaskan bahwa Iran tidak melakukan serangan pendahuluan. Namun, jika infrastruktur atau pusat ekonomi kami diserang, kami akan membalas dengan keras. Kepada negara-negara di kawasan jika kalian menginginkan pembangunan dan keamanan, jangan biarkan musuh kami menjalankan perang dari wilayah kalian,” tulis Pezeshkian di akun X pada Sabtu (28/3/2026).

ADVERTISEMENT

Pernyataan ini menjadi seruan terbaru Iran kepada negara-negara sekitar agar tidak mengizinkan wilayah mereka digunakan untuk operasi militer melawan Teheran di tengah perang yang masih berlangsung sejak 28 Februari 2026.

Sebelumnya pada Rabu (25/3/2026), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga meminta negara-negara di sekitar Iran untuk menjaga jarak dari Amerika Serikat yang terus melancarkan serangan bersama Israel terhadap berbagai target di Iran.

Di Kuwait, bandara internasional negara itu menjadi sasaran beberapa serangan drone pada Sabtu (28/3/2026) dini hari yang menyebabkan kerusakan cukup parah pada sistem radar namun tidak menimbulkan korban jiwa, menurut kantor berita negara Kuna.

Juru bicara otoritas penerbangan sipil Kuwait kemudian menyebut serangan itu dilakukan oleh Iran, kelompok proksinya, serta faksi bersenjata yang didukungnya sebagai bagian dari eskalasi konflik di kawasan.

Di Abu Dhabi, serangan menyebabkan puing-puing jatuh di dekat Kawasan Ekonomi Khalifa tidak jauh dari Pelabuhan Khalifa, dengan enam orang dilaporkan terluka dan sejumlah fasilitas mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.

Tiga kebakaran yang dipicu oleh jatuhnya puing kini telah berhasil dikendalikan, demikian pernyataan resmi yang diunggah di X oleh otoritas setempat pada Sabtu (28/3/2026).

Militer Iran mengklaim telah menghancurkan depot sistem anti-drone milik Ukraina di Dubai yang disebut digunakan untuk membantu pasukan Amerika Serikat dalam operasi militer di kawasan Teluk.

“Ketika tempat persembunyian komandan dan tentara Amerika di Dubai menjadi target … depot sistem anti-drone Ukraina yang berada di Dubai untuk membantu militer AS juga diserang dan dihancurkan,” ujar juru bicara militer Iran Ebrahim Zolfaghari dalam pernyataannya.

Namun Kementerian Luar Negeri Ukraina membantah keras klaim tersebut dan menyatakan tidak memiliki fasilitas militer atau personel di Dubai yang terlibat dalam konflik antara Iran dengan AS dan Israel.

Dua drone juga menyerang pelabuhan Salalah di Oman, ibu kota provinsi Dhofar bagian selatan, dengan satu orang dilaporkan terluka dan sebuah crane mengalami kerusakan ringan menurut kantor berita negara ONA pada Sabtu (28/3/2026).

Zolfaghari mengatakan pasukan Iran juga menargetkan kapal pendukung militer AS di jarak cukup jauh dari pelabuhan Salalah sebagai bagian dari operasi balasan yang terus berlangsung.

Perusahaan pelayaran raksasa Maersk menyatakan operasional di pelabuhan Salalah dihentikan selama 48 jam setelah serangan drone tersebut guna memastikan keselamatan personel dan kapal yang berlabuh.

Di Bahrain, sirene peringatan beberapa kali dibunyikan untuk mengantisipasi serangan yang masuk dengan Kementerian Dalam Negeri setempat mengimbau warga untuk segera mencari tempat aman, meskipun tidak ada korban jiwa dilaporkan.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan adanya serangan rudal balistik dan sejumlah drone pada Sabtu (28/3/2026) yang seluruhnya berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara kerajaan.

Sehari sebelumnya, sedikitnya 15 tentara Amerika dilaporkan terluka setelah Iran menyerang Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi menggunakan enam rudal balistik dan 29 drone, dengan lima tentara AS dalam kondisi serius.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung