Berita, Nasional

Prabowo Tegaskan Pemilihan Gibran Murni Keputusan Pribadi dan Pertimbangan Potensi Anak Muda Bukan Dinasti Politik

Repelita.net

04 August 2026 17:18 WIB • 909 view

Prabowo Tegaskan Pemilihan Gibran Murni Keputusan Pribadi dan Pertimbangan Potensi Anak Muda Bukan Dinasti Politik
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Dinamika hubungan kepemimpinan nasional antara Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus menuai perhatian khalayak publik.

Bentuk keselarasan dwitunggal kepemimpinan tersebut ditunjukkan lewat komitmen Gibran dalam memprioritaskan seluruh arah kebijakan serta visi pokok sang kepala negara.

ADVERTISEMENT

Guna memastikan roda pemerintahan berjalan maksimal Gibran mengambil porsi kerja yang berfokus memberikan dukungan penuh kepada kepemimpinan presiden.

Keharmonisan tata kelola pemerintahan tersebut turut mendapat penegasan dari jajaran partai pengusung yang menepis berbagai isu perpecahan.

Dukungan politik atas soliditas duet kepemimpinan ini disuarakan secara konsisten oleh Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia untuk mengawal agenda pembangunan nasional tanpa tenggat waktu.

Langkah historis pemilihan Gibran sebagai pendamping Prabowo dalam kontestasi politik telah disepakati melalui konsensus bersama jajaran pimpinan partai politik Koalisi Indonesia Maju.

Pertimbangan mendasar penetapan figur tersebut berakar pada kebutuhan akan perwakilan generasi muda mengingat besarnya komposisi pemilih milenial serta Gen Z.

Selain itu kehadiran putra sulung Joko Widodo dipandang sebagai lambang keberlanjutan dari deretan program pembangunan strategis nasional yang telah dirintis sebelumnya.

Prabowo menepis keras anggapan bahwa penetapan pendampingnya tersebut merupakan cerminan dari praktik politik dinasti dalam tatanan demokrasi.

Saat menyampaikan pembekalan pada forum deklarasi nasional Gerakan Muslim Persatuan Indonesia Cinta Tanah Air di Kota Bandung Prabowo menegaskan penunjukan Gibran merupakan kehendak murni dirinya.

Mantan Panglima Kostrad itu menilai kapasitas serta potensi kepemimpinan anak muda patut diberi ruang dalam sejarah perjuangan bangsa.

"Ada yang mengatakan, wakil yang saya pilih terlalu muda. Padahal panglima besar kita waktu perjuangan, umurnya 29 tahun, menjadi panglima besar, mimpin perang melawan penjajah," ujar Prabowo.

Prabowo kembali menekankan bahwa penunjukan tokoh muda tersebut murni atas pertimbangan pribadi tanpa paksaan dari pihak mana pun.

"Saya katakan di sini ya, saya yang pilih, saya yang minta, saya yang memilih," tegas Prabowo.

Ia mengungkapkan pandangannya bahwa rekam jejak panjang tidak selalu menjamin kebaikan sehingga kehadiran figur muda menjadi pilihan pembinaan yang tepat.

"Mendingan kita pilih anak muda yang masih kita bina, kita gembleng, apalagi dibantu digemblengi orang tuanya sendiri," kata Prabowo.

Ia menolak keras tudingan miring soal dinasti politik dan justru menilai keputusannya sebagai bentuk pengabdian patriotik dari sebuah keluarga untuk negara.

"Tidak ada itu, dinasti-dinastian. Kalau dinasti merah putih, apa salahnya? Kalau dinasti patriotik, apa salahnya? Kalau keluarga memberi anak-anaknya untuk republik, apa salahnya? Kita harus berterima kasih, kita harus bersyukur ada keluarga-keluarga yang memberi anak-anaknya untuk berjuang di republik ini," ujarnya.

Prabowo menyampaikan rasa hormat atas keikhlasan setiap keluarga yang merelakan anggotanya mengabdi demi kemajuan tanah air.

"Kita harus berterima kasih, kita harus bersyukur pada keluarga yang memberi anak-anaknya untuk Republik ini," pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung