Berita, Timur Tengah

Paus Leo XIV Kutuk Perang Iran di Minggu Palma, Sindir Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Berdarah

Repelita.net

30 March 2026 22:42 WIB • 867 view

Paus Leo XIV Kutuk Perang Iran di Minggu Palma, Sindir Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Berdarah
Foto: Istimewa

Repelita Vatikan - Paus Leo XIV menyampaikan kritikan keras dalam pidatonya saat memulai Pekan Suci Gereja Katolik dengan doa di Minggu Palma pada Ahad (29/3/2026), terhadap pihak-pihak yang mengobarkan perang di Iran yang membuat ribuan orang menderita.

Dalam kritik yang tampaknya ditujukan kepada pemerintahan Donald Trump, Paus dari Amerika itu menyatakan bahwa Tuhan mengabaikan doa para pemimpin yang melancarkan perang dan memiliki tangan yang penuh darah.

ADVERTISEMENT

“Yesus adalah Raja Damai, yang menolak perang, yang tidak dapat digunakan siapa pun untuk membenarkan perang,” kata Paus Leo selama Misa Minggu Palma di Vatikan pada Ahad (29/3/2026).

“Ia tidak mendengarkan doa-doa mereka yang berperang, tetapi menolaknya,” tegas paus yang terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik pertama dari Amerika tahun lalu tersebut.

Dalam khotbahnya, Paus Leo berbicara tentang keinginan Yesus untuk menyebarkan perdamaian daripada kekerasan, dengan menegaskan bahwa Yesus tetap teguh dalam kelembutan sementara yang lain membangkitkan kekerasan.

“Ia menawarkan Diri-Nya untuk merangkul umat manusia, bahkan ketika yang lain mengangkat pedang dan pentungan. Ia mengungkapkan wajah lembut Tuhan, yang selalu menolak kekerasan,” tambahnya.

Pidato Paus Leo yang tajam itu disampaikan hanya beberapa hari setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berbicara pada kebaktian Kristen pertama di Pentagon pada Jumat (27/3/2026), di mana ia berdoa untuk kekerasan yang luar biasa terhadap Iran.

“Biarlah setiap peluru mengenai sasarannya terhadap musuh-musuh kebenaran dan bangsa kita yang agung. Berikan mereka kebijaksanaan dalam setiap keputusan, ketahanan untuk cobaan yang akan datang, persatuan yang tak terpecahkan, dan kekerasan yang luar biasa dalam tindakan terhadap mereka yang tidak pantas mendapatkan belas kasihan,” kata Hegseth dalam acara virtual tersebut.

Sambil membacakan ayat dari Kitab Mazmur, Hegseth melanjutkan, “Aku mengejar musuh-musuhku dan menyusul mereka, dan tidak berbalik sampai mereka binasa.”

Paus Leo sebelumnya telah berselisih dengan anggota parlemen Republik tentang bagaimana menafsirkan ayat-ayat Alkitab, yang telah digunakan oleh anggota pemerintahan Trump untuk membenarkan agenda-agenda kekerasan termasuk deportasi massal yang dilakukan terhadap imigran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung