Berita, Timur Tengah

Pakar Iran Ungkap Alasan Serangan Rudal ke Kilang Minyak UEA

Repelita.net

06 May 2026 16:04 WIB • 721 view

Pakar Iran Ungkap Alasan Serangan Rudal ke Kilang Minyak UEA
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Profesor Universitas Teheran sekaligus mantan penasihat tim negosiasi nuklir Iran, Seyed Mohammed Marandi, membeberkan alasan di balik serangan rudal negaranya terhadap kilang minyak milik Uni Emirat Arab yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dalam pandangan Marandi, posisi UEA berbeda secara fundamental dibandingkan dengan negara-negara Teluk lainnya karena dinilai berada di garis depan konfrontasi terhadap kepentingan nasional Iran.

ADVERTISEMENT

Kedekatan strategis Abu Dhabi dengan Israel membuat UEA dipersepsikan oleh Teheran bukan sekadar sebagai mitra regional Washington, tetapi juga sebagai bagian dari poros yang secara langsung berhadapan dengan kepentingan Iran.

Marandi menyatakan bahwa di antara rezim-rezim yang ada di kawasan Teluk, yang paling dibenci oleh Iran adalah Uni Emirat Arab karena secara terbuka bersekutu dengan rezim Israel.

Ia mengungkapkan adanya informasi bahwa pasukan militer Israel telah berada di wilayah UEA untuk membantu pertahanan negara tersebut, sebuah fakta yang sangat tidak bisa diterima oleh Teheran.

Pernyataan kontroversial ini disampaikan Marandi dalam wawancara di kanal YouTube Glenn Diesen pada Selasa (5/5/2026).

Ia juga menyoroti manuver politik UEA yang dinilai kian bergeser dari garis tradisional dunia Arab, termasuk keputusan strategis Abu Dhabi untuk hengkang dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) per 1 Mei 2026.

Dalam perspektif geopolitik Teheran, serangan terhadap sasaran-sasaran vital milik UEA bukan sekadar aksi militer terbatas melainkan sinyal geopolitik yang sangat luas atas reposisi Abu Dhabi di tengah konstelasi regional yang berubah cepat.

Dengan menyerang target-target di Uni Emirat Arab, tegas Marandi, pada dasarnya Iran memandang tindakan tersebut sama dengan menyerang target Israel dalam lingkungan konflik saat ini.

Lebih lanjut, Marandi menilai bahwa operasi militer terbaru yang dilakukan Amerika Serikat di kawasan Teluk juga tidak berjalan sesuai dengan harapan dan rencana Washington.

Alih-alih berhasil mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan, situasi justru dinilai semakin memperburuk ketegangan dan membawa kawasan Timur Tengah ke titik yang semakin berbahaya.

Marandi mengulang kembali peringatannya bahwa tidak ada perubahan fundamental dalam dinamika konflik karena dunia saat ini benar-benar berada di ambang perang terbuka.

Ia juga memperingatkan bahwa pengerahan pasukan besar-besaran Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, dan UEA menunjukkan bahwa risiko konflik regional kini semakin terbuka dan nyata.

Menurutnya, kehadiran ribuan tentara AS dan alutsista canggih di negara-negara teluk tersebut merupakan bukti nyata bahwa persiapan perang sedang dilakukan secara serius oleh pihak Amerika.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung