Berita, Timur Tengah

Pakar Iran: Eskalasi Selat Hormuz Dorong Dunia ke Ambang Perang Total

Repelita.net

06 May 2026 16:00 WIB • 860 view

Pakar Iran: Eskalasi Selat Hormuz Dorong Dunia ke Ambang Perang Total
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Profesor Universitas Teheran sekaligus mantan penasihat tim negosiasi nuklir Iran, Seyed Mohammed Marandi, menilai bahwa memanasnya kembali ketegangan di Selat Hormuz telah membawa kawasan Timur Tengah menuju fase paling berbahaya dalam sejarah konflik modern.

Dalam analisisnya yang mendalam, Marandi menyatakan bahwa operasi terbaru yang dilakukan oleh Amerika Serikat di jalur perairan strategis tersebut justru membuka jalan lebar menuju perang terbuka berskala penuh antara kedua negara.

ADVERTISEMENT

Ia meyakini bahwa dunia saat ini sedang bergerak menuju perang habis-habisan karena Amerika Serikat, entah karena alasan apa, telah memulai tahap baru konflik dengan mencoba melakukan operasi pengeluaran kapal dari Selat Hormuz.

Operasi tersebut menurut pengamatannya tidak berhasil mencapai tujuan yang diinginkan oleh Washington, namun justru memperburuk situasi keamanan di kawasan yang sudah sangat rapuh.

Marandi mengungkapkan bahwa Iran sejauh ini belum mengerahkan seluruh kekuatan militernya secara penuh dalam merespons provokasi AS di selat tersebut.

Teheran, kata Marandi, masih menggunakan sistem rudal-rudal lama sebagai bentuk peringatan strategis bukan sebagai deklarasi perang total terhadap musuhnya.

Rudal-rudal yang ditembakkan Iran ke kapal-kapal AS selama ini hanyalah tembakan peringatan karena Iran sebenarnya tidak ingin memulai perang terbuka dengan Amerika Serikat.

Lebih jauh lagi, Marandi menuduh bahwa operasi militer Washington justru menyasar kapal-kapal sipil yang tidak bersenjata, bukan target-target militer sebagaimana yang diklaim oleh pihak AS.

Ia menegaskan bahwa kapal-kapal yang dihancurkan oleh militer Amerika adalah kapal-kapal sipil karena Iran sama sekali tidak menggunakan kapal-kapal militernya dalam situasi konflik seperti saat ini.

Klaim AS tentang penghancuran kapal militer Iran dinilai oleh Marandi sebagai kebohongan publik karena faktanya tidak ada kapal perang Iran yang terlibat dalam baku tembak di selat tersebut.

Marandi memperingatkan bahwa eskalasi militer di Selat Hormuz berpotensi melampaui batas-batas konflik bersenjata semata dan dapat berubah menjadi krisis ekonomi global yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Lonjakan harga energi yang mulai terasa saat ini, menurut pandangannya, baru merupakan gejala awal sebelum gangguan rantai pasok internasional benar-benar terasa dalam skala yang sangat luas.

Apa yang akan mulai terjadi dalam beberapa hari ke depan, kata Marandi, adalah rantai pasokan global yang mulai runtuh secara perlahan namun pasti.

Setelah rantai pasokan runtuh, maka ekonomi global akan sangat terganggu dan menghadapi resesi yang dalam serta berkepanjangan.

Marandi menilai bahwa dunia saat ini benar-benar berada di ambang jurang kehancuran ekonomi karena gangguan terhadap Selat Hormuz dapat memicu kehancuran total pasokan minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia.

Dalam skenario terburuk seperti itu, bukan hanya Amerika Serikat dan Iran yang akan menghadapi konsekuensi yang sangat berat.

Seluruh ekonomi global yang sangat bergantung pada stabilitas jalur energi tersebut juga akan ikut hancur berkeping-keping tanpa terkecuali.

Marandi menegaskan bahwa tidak ada perubahan fundamental dalam dinamika konflik ini karena dunia tetap berada di ambang perang yang sangat berbahaya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung