Berita, Timur Tengah

Niat Busuk Trump Terkuak, Akui Ingin Rebut Pulau Kharg dan Kuasai Minyak Iran di Tengah Invasi Darat AS

Repelita.net

30 March 2026 19:55 WIB • 1,198 view

Niat Busuk Trump Terkuak, Akui Ingin Rebut Pulau Kharg dan Kuasai Minyak Iran di Tengah Invasi Darat AS
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Niat busuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump di balik konflik bersenjata dengan Iran akhirnya terkuak, setelah ia secara terang-terangan menyatakan keinginannya untuk mengambil alih minyak di wilayah tersebut dan merebut Pulau Kharg yang merupakan pusat ekspor minyak utama Republik Islam.

Hal itu diungkapkan Trump dalam wawancara dengan Financial Times yang dilansir Iran International pada Senin (30/3/2026), di tengah pengerahan ribuan tentara Amerika ke Timur Tengah untuk potensi invasi darat ke wilayah strategis tersebut.

ADVERTISEMENT

“Sejujurnya, hal favorit saya adalah mengambil alih minyak Iran, tetapi beberapa orang bodoh di AS mengatakan mengapa anda melakukan itu tapi mereka orang bodoh,” kata Trump dalam wawancara tersebut.

Langkah perebutan pulau Kharg yang menjadi pusat penempatan minyak mentah utama Iran untuk ekspor, menurut Trump, akan melibatkan operasi militer dengan kemungkinan pasukan AS harus tetap berada di sana untuk beberapa waktu.

“Mungkin kita merebut Pulau Kharg, mungkin tidak. Kita memiliki banyak pilihan. Operasi apa pun kemungkinan akan membutuhkan pasukan AS untuk tetap berada di sana untuk beberapa waktu,” ungkapnya.

Trump telah meningkatkan kehadiran pasukan AS di kawasan dengan Pentagon memerintahkan pengerahan 10.000 tentara yang terlatih untuk merebut dan mempertahankan wilayah, di mana sekitar 3.500 tentara tiba di wilayah tersebut pada Jumat (27/3/2026) termasuk 2.200 personel Korps Marinir.

2.200 personel Korps Marinir lainnya sedang dalam perjalanan, sementara ribuan pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 juga telah diperintahkan untuk bergabung dalam kesiapan operasi militer skala besar.

Ketika ditanya tentang keadaan pertahanan Iran di Pulau Kharg, Trump meremehkan kemampuan pertahanan lawan dengan menyatakan bahwa Iran tidak memiliki pertahanan apa pun sehingga Amerika Serikat bisa merebutnya dengan sangat mudah.

Namun para analis militer memperingatkan bahwa serangan terhadap pusat ekspor minyak Iran tersebut akan sangat berisiko, meningkatkan kemungkinan lebih banyak korban jiwa di pihak AS dan memperpanjang biaya serta durasi perang secara signifikan.

Konflik telah meluas dalam beberapa hari terakhir, dengan serangan Iran terhadap pangkalan udara di Arab Saudi pada Jumat (27/3/2026) yang melukai 15 tentara Amerika dan merusak pesawat pengintai E-3 Sentry AS senilai 270 juta dolar AS.

Sementara itu kelompok Houthi di Yaman juga menembakkan rudal balistik ke Israel, mengancam fase eskalasi baru yang menurut para analis dapat memperburuk krisis energi global yang sudah melanda pasar minyak dunia.

Meskipun mengeluarkan ancaman militer yang keras, Trump mengakui bahwa pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran melalui utusan dari Pakistan berjalan dengan baik, dengan tenggat waktu 6 April 2026 yang telah ditetapkan bagi Iran untuk menerima kesepakatan.

Ketika ditanya apakah kesepakatan gencatan senjata dapat dicapai dalam beberapa hari mendatang yang akan membuka kembali Selat Hormuz, Trump menolak memberikan rincian spesifik namun menyatakan bahwa kesepakatan bisa dibuat dengan cukup cepat.

“Kita masih memiliki sekitar 3.000 target yang tersisa, kita telah mengebom 13.000 target dan beberapa ribu target lagi yang harus dibom,” katanya, menggambarkan skala operasi militer yang telah dan akan dilakukan.

Pekan lalu Trump mengatakan bahwa Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker minyak berbendera Pakistan melewati Selat Hormuz sebagai hadiah untuk Gedung Putih, dan jumlah tersebut kini telah digandakan menjadi 20 kapal tanker.

“Mereka memberi kami 10. Sekarang mereka memberi 20 dan 20 kapal itu sudah mulai berlayar dan mereka langsung menuju tengah Selat Hormuz,” tandas Trump kepada Financial Times, meskipun informasi tersebut tidak dapat segera diverifikasi secara independen.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung