Berita, Timur Tengah

Iran Ancam AS Jadi Makanan Hiu di Teluk Persia jika Nekat Invasi Darat, IRGC: Pasukan Kalian Akan Hancur

Repelita.net

30 March 2026 21:17 WIB • 983 view

Iran Ancam AS Jadi Makanan Hiu di Teluk Persia jika Nekat Invasi Darat, IRGC: Pasukan Kalian Akan Hancur
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Iran mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap invasi darat atau upaya pendudukan wilayahnya oleh Amerika Serikat akan berakhir dengan konsekuensi yang sangat menghancurkan, dengan Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Ibrahim Zolfaqari menegaskan pasukan Amerika bahkan bisa hancur dan menjadi makanan bagi hiu di Teluk Persia.


ADVERTISEMENT

Dalam pernyataan resminya pada Ahad (29/3/2026), Ibrahim menekankan agar Amerika Serikat tidak melakukan invasi darat ke Iran karena langkah seperti itu tidak hanya berisiko tinggi tetapi juga akan mempermalukan pasukan Amerika di hadapan dunia internasional.


Ia menyinggung ancaman berulang dari Presiden AS Donald Trump terkait kemungkinan operasi darat dan pendudukan pulau-pulau di Teluk Persia, dan menyebut rencana tersebut tidak realistis serta hanya berdasarkan tekanan dari pihak luar yang mempengaruhi pengambilan keputusan.


Juru bicara IRGC itu juga menekankan bahwa pimpinan Amerika Serikat telah menyerahkan komando militer kepada individu yang keputusannya justru menempatkan pasukan Amerika dalam situasi berbahaya yang mematikan, sementara pasukan AS di wilayah tersebut sudah menghadapi ancaman serius setiap hari.


“Para komandan dan tentara Amerika pada akhirnya bisa menjadi makanan bagi hiu di Teluk Persia,” tegas Ibrahim sebagaimana dilansir Tasnim News Agency pada Senin (30/3/2026), menggarisbawahi betapa seriusnya konsekuensi yang akan dihadapi jika nekat melakukan invasi.


Ia menyebut bahwa pasukan Amerika terpaksa mundur dari pangkalan yang hancur dan mencari perlindungan di pusat-pusat sipil dan ekonomi di negara-negara sekitar, namun tetap rentan terhadap serangan balasan dari Iran.


Menyinggung kemungkinan invasi darat, Ibrahim mengatakan bahwa pasukan Iran sudah lama bersiap menghadapi skenario seperti itu dan siap merespons kapan pun diperlukan dengan konsekuensi berupa penangkapan, pecahnya pasukan, hingga lenyapnya pasukan invasi.


Ia mengingatkan para pemimpin Amerika Serikat untuk mempelajari sejarah Iran dan belajar dari pengalaman masa lalu dalam menghadapi penjajah asing, serta berhati-hati agar keputusan yang salah tidak menimbulkan banyak korban di kalangan pasukan Amerika.


Di akhir pernyataannya, juru bicara IRGC itu menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran selalu dalam kondisi siaga penuh dan akan menghadapi secara tegas setiap upaya nyata untuk melaksanakan ancaman tersebut.(*)


Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung