Berita, Nasional

ICW Pertanyakan Absennya Helikopter Pribadi dalam LHKPN Terbaru Presiden Prabowo Subianto

Repelita.net

15 May 2026 20:34 WIB • 1,177 view

ICW Pertanyakan Absennya Helikopter Pribadi dalam LHKPN Terbaru Presiden Prabowo Subianto
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Laporan resmi mengenai kekayaan milik Presiden Prabowo Subianto kembali mengundang perhatian dan memicu pertanyaan dari kalangan pengamat hukum serta masyarakat sipil.

Salah satu kritik datang dari Indonesia Corruption Watch yang mempertanyakan absennya armada helikopter dalam daftar kepemilikan aset sang kepala negara.

ADVERTISEMENT

Sorotan tersebut mencuat lantaran Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya sempat memaparkan pengerahan helikopter pribadi milik Prabowo guna menyokong evakuasi bencana di wilayah Aceh.

Kendati demikian pada dokumen LHKPN periodik tahun 2025 yang diserahkan per tanggal 31 Maret 2026 tersebut sama sekali tidak memuat kepemilikan alat transportasi udara itu.

Pertanyaan terkait kepemilikan armada udara tersebut diunggah oleh akun media sosial resmi milik lembaga antirasuah tersebut pada hari Jumat tanggal 15 Mei 2026.

“Btw ini mimin cuma nanya baik-baik loh, serius. Itu heli punya siapa,” tulis ICW melalui unggahan di media sosial, Jumat (15/5/2026).

Merujuk pada rangkuman berkas tersebut total nilai kekayaan sang presiden kini menyentuh angka Rp2.066.764.868.191 atau setara dengan Rp2,06 triliun.

Jumlah kepemilikan modal tersebut terpantau mengalami grafik kenaikan sekitar Rp4,5 miliar apabila dikomparasikan dengan total rekapitulasi pada periode tahun sebelumnya.

Komponen kekayaan terbesar milik mantan Menteri Pertahanan ini bersumber dari instrumen surat berharga dengan akumulasi nilai menyentuh angka Rp1,67 triliun.

Selain itu terdapat pula kepemilikan aset tidak bergerak berupa tanah kediaman maupun bangunan senilai Rp323,7 miliar yang berlokasi di wilayah Jakarta Selatan serta Bogor.

Pada sektor harta bergerak dengan kategori lainnya sang presiden tercatat menguasai aset investasi dengan taksiran nominal mencapai Rp16,4 miiar.

Sedangkan untuk simpanan berupa kas konvensional maupun instrumen setara kas lainnya yang dilaporkan berada pada kisaran nominal sebesar Rp48 miliar.

Untuk fasilitas moda transportasi pribadi kepala negara mendaftarkan delapan unit kendaraan roda empat dan roda dua dengan nilai gabungan Rp1,25 miliar.

Koleksi kendaraan operasional tersebut meliputi Toyota Alphard produksi 2005, Honda CRV 2007, dua unit Land Rover Jeep keluaran 1990 dan 1992, serta Toyota Land Cruiser Jeep 1980.

Selanjutnya terdaftar pula Mitsubishi Pajero Jeep tahun 2000, Toyota Lexus Jeep tahun 2002, serta satu unit sepeda motor Suzuki rakitan tahun 2002. [9]

Walaupun mencatatkan tren pertumbuhan positif namun lonjakan nilai aset tersebut dianggap tidak terlalu mencolok semenjak sang pemimpin pertama kali mengambil sumpah jabatan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung