Berita, Nasional

[HEBOH] Asal Muasal Andi Gani Dijuluki “Pak Waduh” Viral usai Prabowo Subianto Tanya MBG di May Day Monas

Repelita.net

05 May 2026 18:35 WIB • 1,038 view

[HEBOH] Asal Muasal Andi Gani Dijuluki “Pak Waduh” Viral usai Prabowo Subianto Tanya MBG di May Day Monas
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Peringatan Hari Buruh Internasional yang berpusat di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Jumat, 1 Mei 2026 lalu diwarnai oleh sebuah momen yang kemudian menjadi buah bibir hangat di berbagai platform media sosial hingga berhari-hari setelahnya.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, yang saat itu berdiri tepat di sisi kanan Presiden Prabowo Subianto, tertangkap kamera mengucapkan kata "waduh" sambil menggelengkan kepalanya di tengah suasana perayaan yang ramai tersebut.

ADVERTISEMENT

Momen ekspresif yang terekam dalam potongan video berdurasi pendek itu langsung menjadi viral dan melambungkan nama Andi Gani dengan julukan baru sebagai "Pak Waduh" di jagat media sosial X (dahulu Twitter) pada Selasa, 5 Mei 2026.

Bahkan, kata "Pak Waduh" sempat menjadi topik trending atau perbincangan paling banyak dibicarakan oleh para pengguna platform tersebut karena dianggap sangat ikonik dan menggelitik.

Viralnya ekspresi "waduh" tersebut tidak terlepas dari kejadian sebelumnya ketika Presiden Prabowo Subianto mengajukan pertanyaan langsung kepada massa buruh yang hadir mengenai manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pertanyaan Presiden yang dilontarkan secara spontan tersebut mendapat jawaban serempak "tidaak" dari sebagian besar buruh yang hadir, sementara sebagian kecil lainnya menjawab dengan tepuk tangan.

Menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan salah tafsir luas di masyarakat, Andi Gani kemudian tampil ke publik memberikan klarifikasi dengan panjang lebar di Hotel Grand Mansion, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 4 Mei 2026.

Dalam klarifikasinya, Andi Gani meminta dengan tegas agar masyarakat melihat rekaman video pertanyaan Presiden secara utuh dan lengkap, bukan hanya potongan singkat yang tersebar di media sosial.

"Jadi ada dua pertanyaan presiden, teman-teman bisa lihat secara utuh video tersebut. Ketika presiden menyampaikan program MBG semua bertepuk tangan," kata Andi Gani di hadapan awak media.

Ia kemudian menjelaskan bahwa setelah sesi tepuk tangan usai, Presiden mengajukan pertanyaan kedua yang lebih spesifik mengenai apakah MBG bermanfaat atau tidak bagi buruh.

Menurut Andi, jawaban "tidak" yang nyaring terdengar justru berasal dari barisan buruh yang masih berstatus lajang dan belum memiliki keluarga.

"Ketika kami identifikasi, bukan bermaksud mengintervensi atau apa, tidak. Kenapa kami tidak menerima MBG? Karena ternyata yang di bagian depan sebagian besar lajang. Yang tepuk tangan yang sudah berkeluarga," tegas Andi Gani dalam penjelasannya.

Ia pun menegaskan bahwa tidak ada niat sedikit pun dari pihak serikat buruh untuk sengaja mempermalukan Presiden Prabowo di hadapan publik.

Andi Gani justru menyebut bahwa hubungan antara kaum buruh dan Presiden saat ini sangat harmonis, terbukti dengan kehadiran Presiden dalam perayaan May Day selama dua tahun berturut-turut.

"Artinya, kami pimpinan konfederasi buruh dan federasi buruh tidak melihat adanya gerakan-gerakan buruh yang kemarin di Monas sengaja mempermalukan Presiden. Tentu tidak ada. Kami sangat sayang kepada Presiden Prabowo yang sudah sangat memberikan perhatian," ujarnya.

Ia juga berharap masyarakat tidak mempolitisasi kejadian tersebut atau mengambil kesimpulan terburu-buru bahwa gerakan buruh secara massal menolak kebijakan strategis pemerintah.

"Jadi janganlah kita mencampuradukkan sesuatu yang luar biasa kemarin lalu karena ada satu pertanyaan dari Presiden dan dijawab tidak oleh buruh langsung diambil sikap bahwa gerakan buruh menolak program Presiden. Tentu sangat tidak baik," ungkapnya.

Meskipun klarifikasi panjang lebar telah disampaikan, julukan "Pak Waduh" tetap melekat kuat pada diri Andi Gani dan menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan warganet.

Sejumlah pengguna media sosial justru semakin gencar mengunggah meme berupa tangkapan wajah Andi Gani yang sedang mengucapkan "waduh" dengan berbagai komentar gurauan yang menggelitik.

"Satu meme-nya sudah menjadi milik bangsa, maka klarifikasi berbusa sehebat apapun gak bisa menghapusnya," tulis salah satu akun @Ragilsemar di platform X yang menjadi viral.

"Padahal kan gak perlu klarifikasi, masyarakat pasti bakal lupa juga, kalau kaya gini kan makin kelihatan paniknya," komentar akun @dos**** menanggapi upaya klarifikasi yang dinilai berlebihan.

"Bilangin, data dari mana kalo yang hadir lajang semua? Asbun ditutupi asbun, ya bakal asbun terus… Tapi ini bukan tentang asbun, ini tentang kebohongan menutupi kebohongan," ucap @baronzemo**** dengan nada kritis terhadap penjelasan yang disampaikan.

Hingga berita ini diturunkan pada Selasa, 5 Mei 2026, Andi Gani belum memberikan tanggapan lebih lanjut atas beragam komentar dan cibiran warganet yang terus membanjiri linimasa media sosial.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (1)

T
Teguh Pribadi Wibowo 06/05/2026

Itulah fakta era globalisasi Reformis ABS dan jelas semua ASBUN dan calo jabatan CARMUK cari sikon Aman Bae , harusnya BANGGA JADI PRESIDEN membaca BUKTI FAKTA DILAPANGAN nya

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung