Berita, Nasional

Guntur Romli Sindir Klaim Pertumbuhan Ekonomi Pemerintah di Tengah Lonjakan Harga Pangan yang Mencekik Rakyat

Repelita.net

15 May 2026 21:44 WIB • 767 view

Guntur Romli Sindir Klaim Pertumbuhan Ekonomi Pemerintah di Tengah Lonjakan Harga Pangan yang Mencekik Rakyat
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Juru Bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, menyoroti ironisnya kondisi ekonomi nasional di mana angka pertumbuhan ekonomi diklaim tinggi namun harga pangan justru tidak terkendali dan mencekik rakyat.

Guntur menilai bahwa lonjakan harga bahan pokok saat ini sudah sangat mengkhawatirkan dan berdampak langsung terhadap penderitaan masyarakat kecil, terutama para ibu di pasar.

ADVERTISEMENT

“Ledakan harga ini bikin rakyat menjerit. Ibu-ibu di pasar sampai geleng-geleng kepala sambil banting dompet,” terang Guntur dikutip pada Jumat, 15 Mei 2026.

“Di TV mereka pamer ekonomi tumbuh tinggi. Tapi rakyat langsung bertanya, tumbuh buat siapa? Karena harga sembako naik puluhan persen, perut rakyat tetap keroncongan,” tandasnya menyindir klaim pertumbuhan ekonomi pemerintah.

Ia kemudian membeberkan data-data konkret dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional atau PIHPS yang menunjukkan kenaikan harga sejumlah komoditas secara drastis.

“Harga sembako memang mulai mencekik naik. Harga cabai merah besar meledak 72,47 persen menjadi Rp88.650 per kilogram,” sebutnya mengawali paparan.

“Bawang merah naik 51,35 persen menjadi Rp70.150. Bawang putih melonjak 39,95 persen menjadi Rp54.650,” lanjutnya.

Guntur juga mengungkapkan bahwa cabai keriting, telur ayam ras, daging ayam, hingga gula pasir premium ikut melambung dengan persentase yang tidak kalah tinggi.

“Cabai keriting naik 38,54 persen menjadi Rp67.400. Telur ayam ras melambung 33,92 persen menjadi Rp41.850,” ungkapnya.

“Daging ayam naik 32,99 persen menjadi Rp52.000. Gula pasir premium melompat 31,68 persen menjadi Rp26.600,” imbuhnya.

Selain itu, harga minyak goreng dan beras juga disebutnya masih terus memberatkan kantong masyarakat di berbagai daerah.

“Minyak goreng pun ikut memberatkan. Harga minyak goreng curah Rp22.000 per liter, sedangkan yang kemasan bermerek Rp26.000,” katanya.

“Beras juga tetap mahal. Beras medium masih di kisaran Rp18.750 sampai Rp18.950 per kilogram. Beras premium Rp20.100 hingga Rp21.000,” jelasnya.

Guntur menegaskan bahwa seluruh data yang ia sampaikan merupakan data resmi, bukan isu bohong atau informasi palsu.

“Ini data resmi, bukan hoaks dan bukan kaleng-kaleng. Langsung dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS),” tegasnya.

Ia menyebut bahwa lonjakan harga tersebut sudah terjadi per tanggal 13 Mei 2026 dan telah diberitakan oleh banyak media massa.

Menurut Guntur, pemerintah terlalu sibuk dengan agenda-agenda politik jangka panjang seperti persiapan Pemilu 2029, bukan fokus menyelesaikan persoalan harga pangan.

“Sementara itu pemerintah sibuk sendiri. Duit negara diborong untuk politik ijon 2029 lewat MBG, Koperasi Merah Putih, dan program-program mahal lainnya,” bebernya.

Ia bahkan menyebut triliunan rupiah digelontorkan bukan untuk membantu petani atau menekan harga sembako.

“Triliunan rupiah digelontorkan bukan buat bantu petani atau menekan harga sembako, tapi buat persiapan Pemilu 2029,” lanjutnya.

Guntur pun mengingatkan bahwa pemerintah seharusnya melindungi perut rakyat terlebih dahulu.

“Pemerintah seharusnya melindungi perut rakyat lebih dahulu, bukan sibuk memamerkan angka pertumbuhan ekonomi ketika harga sembako melambung gila-gilaan. Turunkan harga sembako sekarang juga,” pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung