Berita, Nasional

Gelar Sesepuh Raja Timor Jokowi Ditolak Trah Sonbai, PSI Sebut Tetap Sah

Repelita.net

04 August 2026 14:02 WIB • 469 view

Gelar Sesepuh Raja Timor Jokowi Ditolak Trah Sonbai, PSI Sebut Tetap Sah
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Gelombang pembelaan terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali disuarakan secara lantang oleh kader Partai Solidaritas Indonesia Dedy Nur Palakka terkait dinamika penganugerahan kehormatan di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Langkah politik tersebut diambil Dedy guna merespons gejolak penolakan dari salah seorang ahli waris keturunan Dinasti Raja Sobe Sonbai III atas penobatan Jokowi sebagai Sesepuh Raja Timor.

ADVERTISEMENT

Melalui narasi yang diunggah pada akun media sosial X miliknya, politisi muda tersebut menilai eksistensi serta daya pengaruh sosok mantan Wali Kota Surakarta itu masih sangat diperhitungkan oleh berbagai pihak.

"Efek Jokowi memang masih punya daya tembak yang luar biasa dalam pikiran para mantan," tulis Dedy.

Dirinya memandang timbulnya silang pendapat serta dinamika penolakan dalam forum adat merupakan fenomena yang lumrah terjadi pada lanskap sosial masyarakat kawasan setempat.

Menurut perhitungannya, penetapan gelar kehormatan tersebut pada dasarnya telah melewati serangkaian prosedur kesepakatan kolektif di tingkat internal para penguasa adat Pulau Timor.

"Jokowi diangkat jadi 'Sesepuh Raja Timor'. Artinya Raja-Raja Timor menganggapnya sebagai senior dan aktivitas pengangkatan itu sudah melewati semacam proses demokrasi internal para raja. Wajar saja jika ada raja yang setuju dan ada juga yang menolak dengan alasannya masing-masing," tulisnya.

Ia menegaskan kembali bahwa keabsahan pemberian gelar adat tersebut tetap terpenuhi selama mekanisme formal antar-tokoh kerajaan telah memenuhi batas minimum kesepakatan bersama.

"Yang jelas pengangkatan itu dianggap sah jika memenuhi kuorum," lanjut Dedy.

Sebelumnya, penolakan secara terbuka disuarakan oleh Paulus Tua Sonbay yang mengklaim diri sebagai salah satu ahli waris sah dari garis keturunan Raja Sobe Sonbai III.

Paulus memandang ritual pengukuhan tersebut cacat secara hukum adat karena dianggap mengabaikan tatanan tradisi serta nilai luhur yang diwariskan leluhur masyarakat Timor.

"Pak Jokowi datang ke Kupang dalam misi safari politik membawa partai politik. Yang mengatasnamakan orang Timor dalam penobatan itu adalah mereka yang menjual harkat dan martabat orang Timor," kata Paulus.

Dirinya menggarisbawahi bahwa seluruh trah keturunan Sonbay yang tersebar di daratan Timor secara tegas menolak pemberian status istimewa kepada tokoh politik nasional tersebut.

"Kami turunan Sonbai yang ada di sebagian wilayah Timor menolak penobatan ini. Kami sedang menilai siapa yang menjadi promotor hal ini. Apakah benar seorang usif yang memiliki martabat keusifan atau ada udang di balik batu," ujarnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung