Berita, Nasional

Febri Diansyah Sebut Sutrimo Sakit Bertahun-tahun dan Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum

Repelita.net

13 August 2026 19:49 WIB • 423 view

Febri Diansyah Sebut Sutrimo Sakit Bertahun-tahun dan Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kepastian medis terkait meninggalnya Sutrimo kini diusut secara intensif oleh jajaran Polda Metro Jaya bersama tim forensik melalui tindakan pembongkaran makam di wilayah Banyumas.

Almarhum yang sempat diterpa rumor sebagai kepala rumah tangga eks Jampidsus Febrie Adriansyah tersebut diketahui mengidap riwayat penyakit kronis sejak lama.

ADVERTISEMENT

Kuasa hukum Febrie Adriansyah, Febri Diansyah, menyampaikan rasa duka sekaligus menegaskan rekam medis almarhum yang telah lama menurun.

“Sekali lagi kami sampaikan Pak FA (Febrie Adriansyah) dan keluarga menyampaikan dukacita terkait dengan kejadian ini dan yang diketahui oleh pihak keluarga selama ini memang almarhum itu mengalami sakit yang sudah cukup lama sejak bertahun-tahun,” kata Febri Diansyah, Rabu, (12/8/2026), dikutip dari Kompas TV.

Peristiwa bermula sewaktu almarhum ditemukan tak sadarkan diri dengan kondisi mulut berbusa di area klinik Jakarta Selatan sebelum akhirnya dinyatakan wafat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Pihak penasihat hukum menegaskan dukungan penuh terhadap upaya kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kematian almarhum secara transparan dan ilmiah.

“Kami tentu saja berharap kita semua menunggu dan menyimak informasi resmi yang disampaikan oleh pihak kepolisian,” ujar Febri Diansyah.

Proses hukum ini dinilai sebagai langkah yang patut dihormati oleh semua pihak dalam rangka penegakan keadilan di Indonesia.

“Jadi, sebagai warga negara yang baik dan juga dalam konteks negara hukum, tentu kita hormati proses hukum yang berjalan di Polda tersebut,” kata dia.

Keluarga almarhum yang awalnya memilih mengikhlaskan akhirnya resmi membuat laporan polisi untuk mendapat kepastian hukum sekaligus menepis desas-desus mengenai penerimaan uang miliaran rupiah.

Laporan resmi yang diterbitkan Polresta Banyumas menjadi landasan hukum bagi penyidik untuk menggelar ekshumasi serta rangkaian pemeriksaan forensik.

Makam almarhum di TPU Bantaragung dibongkar oleh tim medis demi mengambil sampel organ dalam dan memeriksa kondisi lingkungan sekitar kubur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebut tindakan ini sebagai bagian integral dari penyidikan perkara.

“Pelaksanaan ekshumasi hari ini merupakan bagian dari proses penyidikan. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi Polda Metro Jaya dengan Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas,” ujar Kombes Budi di Banyumas, Rabu (12/8/2026).

Rangkaian pemeriksaan mencakup pencocokan identitas, analisis fisik luar, hingga pengujian sampel laboratorium guna menentukan apakah kematian almarhum wajar atau tidak.

Penyidik belum menarik kesimpulan akhir karena sampel spesimen masih harus melalui tahap analisis mendalam di laboratorium forensik.

“Kami belum dapat langsung menyimpulkan hasil pemeriksaan karena sampel yang diambil masih harus dianalisis di laboratorium, pemeriksaan ini diharapkan dapat membantu menjelaskan apakah kematian tersebut bersifat alamiah atau tidak alamiah,” katanya.

Aparat mengimbau khalayak media dan warga untuk memberikan ruang empati bagi keluarga serta mendukung kelancaran penanganan perkara.

“Kami mengajak masyarakat dan rekan-rekan media memberikan ruang empati kepada keluarga almarhum. Mohon doa agar seluruh proses berjalan lancar dan dapat membantu membuat terang perkara ini,” imbuh Kombes Budi.

Pemeriksaan forensik ini juga melibatkan jajaran ahli dari berbagai disiplin ilmu seperti toksikologi, patologi, dan DNA untuk menjamin keakuratan hasil akhir.

“Selain dokter spesialis forensik dan medikolegal, kami melibatkan ahli laboratorium forensik, toksikologi, DNA, serta histopatologi anatomi, kami bekerja secara menyeluruh dan komprehensif berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan laboratorium,” kata Sumy Hastry. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung