Berita, Nasional

Connie Bongkar Kegaduhan Makan Bergizi Gratis dan Pajak yang Bikin Rakyat Tertekan Jelang Dua Tahun Prabowo

Repelita.net

28 September 2026 22:11 WIB • 71 view

Connie Bongkar Kegaduhan Makan Bergizi Gratis dan Pajak yang Bikin Rakyat Tertekan Jelang Dua Tahun Prabowo
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kondisi masyarakat dinilai kian tertekan oleh berbagai kebijakan ekonomi dan sosial yang digulirkan menjelang dua tahun masa kepemimpinan nasional saat ini.

Kegaduhan publik tersebut dibongkar secara gamblang oleh pengamat militer Prof. Connie Rahakundini Bakrie dalam tayangan bincang politik pada kanal YouTube Forum Netizen pada Senin, 28 September 2026.

ADVERTISEMENT

Dalam ulasannya, Connie menyoroti program Makan Bergizi Gratis serta pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai memicu beban berat bagi APBN serta ekonomi makro.

Ia memaparkan bahwa anggaran pembiayaan operasional untuk menjalankan program asupan nutrisi nasional tersebut terlampau mahal sehingga menggerus ketahanan keuangan negara secara masif.

"MBG itu udah sangat sangat sangat sangat sangat mahal," cetus Connie Rahakundini Bakrie mengkritik keras kebijakan tersebut dalam diskusinya bersama jurnalis Hendri Satrio.

Selain program makan, pembangunan fisik gerai koperasi desa bentukan pemerintah turut dipertanyakan efektivitasnya karena banyak didirikan di lokasi yang dinilai tidak masuk akal.

Unit-unit toko komunal tertutup bermaterial rolling door merah itu ditemukan berdiri di tengah belantara, wilayah perkebunan sawit, pinggir jurang, hingga di samping sekolah dasar yang hampir roboh.

Tekanan terhadap rakyat bawah diperparah oleh kebijakan intensifikasi penarikan pajak tunai hingga jutaan rupiah yang kini menyasar sampai ke pedagang warung kelontong kecil.

Kondisi tersebut dinilai memaksa para pelaku usaha mikro terjebak menggunakan aplikasi pinjaman online demi memenuhi kewajiban setoran dana cash yang dituntut petugas di lapangan.

Presiden Prabowo Subianto diduga berada dalam posisi terjepit lantaran dikelilingi oleh oknum lingkaran kekuasaan yang terhalangi atau tidak berani menyampaikan realita objektif di masyarakat.

Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat sipil, kaum akademisi, hingga mahasiswa diimbau serentak bersuara kritis demi mendorong transparansi serta perbaikan tata kelola sumber daya alam nasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung