Berita, Nasional

Connie Bakrie Ingatkan Prabowo Tak Usah Maju Pemilu 2029 Jika Terus Dibohongi Orang Dekat Istana

Repelita.net

13 August 2026 23:31 WIB • 681 view

Connie Bakrie Ingatkan Prabowo Tak Usah Maju Pemilu 2029 Jika Terus Dibohongi Orang Dekat Istana
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sorotan tajam mengarah pada gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto jelang genap dua tahun masa pemerintahannya berjalan.

Pengamat militer dan pertahanan Prof. Connie Rahakundini Bakrie menilai pola penyampaian informasi di lingkaran dalam Istana berisiko mengisolasi Presiden dari fakta objektif di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

Teguran tersebut ia utarakan saat menjadi narasumber dalam tayangan di saluran YouTube Hendri Satrio Official pada Kamis (13/8/2026).

Dirinya memperingatkan bahwa seorang kepala negara dapat kehilangan kepekaan sosial apabila para pembantunya tidak menyampaikan informasi secara akurat.

"Kalau temanmu semua pembohong, membohongi kamu, ya kamu otomatis terbohongi dan secara tak langsung menjadi bagian dari kebohongan itu," kata Connie.

Penilaian tersebut didasari dugaan adanya keengganan dari orang-orang terdekat untuk menyajikan data ril di lapangan secara terbuka kepada Presiden.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menempatkan pemimpin negara dalam situasi terisolasi dari realitas ekonomi masyarakat.

Pertimbangan kritikan tersebut disangkutpautkan dengan dampak kebijakan ekonomi seperti beban perpajakan serta efektivitas pembangunan instrumen negara.

Peringatan keras turut dilayangkan Connie mengenai kalkulasi politik jika Prabowo berencana kembali bertarung pada Pemilu 2029 mendatang.

Ia menyarankan agar opsi pencalonan ulang dipertimbangkan kembali selama pembenahan di internal lingkaran kekuasaan belum dituntaskan.

"Selama presiden terus begini, tidak mampu mengontrol orang-orang dekatnya, tidak membiasakan diri turun melihat masyarakat, dan membiarkan orang lain mengambil panggung, mendingan tidak usah maju," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa memaksakan pendaftaran tanpa evaluasi internal dapat memicu risiko politik yang berbahaya bagi kelangsungan jabatan.

"Daripada maju sehari tapi diturunkan dalam 24 jam, itu kan tidak lucu," kata dia.

Connie juga menyindir pergerakan sejumlah elite di lingkaran Istana yang dimisalkannya sebagai figur pemimpi kekuasaan di tengah gejolak sosial masyarakat.

Pihak-pihak tersebut disinyalir memanfaatkan momentum untuk melakukan safari ke berbagai pelosok wilayah guna memupuk popularitas pribadi.

Oleh karena itu, interaksi secara mendalam dengan warga dipandang mutlak agar keputusan strategis tidak melenceng dari kondisi riil di lapangan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung