Repelita Jakarta - Perdebatan mengenai gaya kepemimpinan kembali muncul di media sosial setelah Chusnul Chotimah mengomentari cara seorang pemimpin mendatangi masyarakat melalui akun X @ch_chotimah2.
Dalam unggahan pada 28 September 2026 pukul 17.25 WIB, Chusnul menilai pemimpin seharusnya hadir membawa penyelesaian persoalan masyarakat, bukan sekadar membuat konten yang dinilainya sebagai pencitraan.
ADVERTISEMENT
"Gak perlu masuk gorong-gorong sudah berkelas, pemimpin itu begini kontennya datangin masyarakat dengan solusi bukan cuma pencitraan, apalagi datangin masyarakat lain cuma karena viral.🤗"
Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari akun @Boedak_Korporat yang membandingkan pandangan Chusnul dengan perjalanan politik Megawati Soekarnoputri.
"Lah MEGAWATI ga masuk gorong gorong ga ketemu rakyat tetep ga jadi presiden kecuali via lungsuran"
Akun yang sama kembali memberikan respons beberapa menit kemudian dalam percakapan yang masih berkaitan dengan unggahan Chusnul.
Perdebatan tersebut kemudian berkembang dengan munculnya unggahan lain dari Chusnul yang menanggapi pembahasan mengenai pengaruh Joko Widodo dalam perolehan suara pasangan Prabowo-Gibran dan hasil pemilu legislatif.
Pada unggahan yang muncul sekitar pukul 17.00 WIB, Chusnul menuliskan komentar singkat yang menyebut adanya persoalan logika dalam argumen yang sedang dibahas.
"Logika sederhana tapi sulit diterima termul."
Dalam kutipan unggahan tersebut, akun @arifbalikpapan1 membahas hubungan antara pengaruh Jokowi terhadap kemenangan Prabowo-Gibran dengan hasil perolehan suara PDIP dan PSI pada Pemilu 2024.
"Kalau pengaruh Jokowi kuat di Pra-Gib, PDIP mestinya hancur di Pileg dan PSI mestinya tembus. Faktanya PDIP tetap juara pileg, PSI tetap di bawah ambang. Artinya mesin partai 02 dan pecahnya suara lawan yang kerja, Kalau brand "Jokowi" yang nentuin, PSI Kaesang mestinya"
Sementara itu, akun @hguyandi mengutip pembahasan mengenai hubungan antara hasil Pilpres dan Pileg 2024 serta basis pemilih masing-masing partai dan pasangan calon.
"Kalo mau pelajari data exit pool. Pilpres n Pileg korelasi gak selalu positif. Ada jg core voter yg mrpkn basis pendukung partai yg jumlahnya mungkin cuma 50% total voters. Relasi 2024 PDIP-Ganjar: kuat PSI-Gibran: lemah Partai 01-Anies: lemah Jkw-PraGib: kuat Jkw-PSI: lemah"
Rangkaian percakapan tersebut memperlihatkan perbedaan pandangan pengguna X mengenai ukuran kepemimpinan, cara mendatangi masyarakat, pencitraan, serta hubungan antara pengaruh tokoh dan hasil pemilu.
Komentar mengenai Megawati, Jokowi, Prabowo-Gibran, PDIP, PSI, maupun hasil Pemilu 2024 dalam percakapan tersebut merupakan pendapat dan analisis pengguna media sosial yang disampaikan dalam konteks perdebatan daring.*
Editor: 91224 R-ID Elok
Gak perlu masuk gorong-gorong sudah berkelas, pemimpin itu begini kontennya datangin masyarakat dengan solusi bukan cuma pencitraan, apalagi datangin masyarakat lain cuma karena viral.🤗 pic.twitter.com/6ymD4Yo3jZ
— Chusnul ch💞timah (@ch_chotimah2) September 28, 2026