Berita, Nasional

Bantahan Pihak Richard Lee: Tuduhan Masih Sering ke Gereja Adalah Hoaks

Repelita.net

05 May 2026 22:36 WIB • 778 view

Bantahan Pihak Richard Lee: Tuduhan Masih Sering ke Gereja Adalah Hoaks
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pihak dr Richard Lee secara blak-blakan membantah tudingan yang menyebut bahwa dokter kecantikan tersebut masih sering beribadah ke gereja meskipun telah memeluk agama Islam selama hampir tiga tahun terakhir .

Di tengah polemik pencabutan sertifikat mualaf oleh Mualaf Center Indonesia (MCI) melalui pendakwah Hanny Kristianto, beredar tuduhan bahwa dr Richard Lee beberapa kali kedapatan masih mengikuti kebaktian di gereja bersama istrinya, terutama pada malam Natal di sebuah gereja Katolik .

ADVERTISEMENT

Pihak dr Richard Lee dengan tegas menyebut informasi yang menyatakan dirinya masih aktif ibadah ke gereja sebagai kabar hoaks alias fitnah belaka yang tidak memiliki dasar yang jelas .

"Informasi ini tidak benar. Dokter Richard Lee (DRL) tidak pernah ke gereja untuk ibadah seperti yang diberitakan," ujar admin akun Instagram dr Richard Lee dalam pernyataan klarifikasinya yang dikutip pada Selasa, 5 Mei 2026 .

Penjelasan lebih lanjut dari tim dr Richard Lee menyebut bahwa sang dokter pernah diundang satu kali oleh Pendeta Gilbert untuk memberikan motivasi kepada anak-anak muda di sebuah gereja .

"DRL hanya pernah diundang 1 kali oleh pendeta Gilbert untuk memberikan motivasi kepada anak muda, dan hal ini sudah pernah dijelaskan oleh DRL di beberapa podcast. DRL hanya hadir pada sesi motivasi," tambah bagian dari pernyataan klarifikasi yang disampaikan oleh admin dr Richard Lee .

Pihak dr Richard Lee pun meminta kepada publik untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak benar karena hal tersebut dapat menimbulkan fitnah bagi yang bersangkutan .

Admin dr Richard Lee juga menegaskan bahwa yang namanya keyakinan agama adalah hal yang sangat pribadi antara seorang hamba dengan Tuhannya, sehingga tidak perlu dihakimi atau dipelintir oleh pihak lain .

"Kami percaya perjalanan iman setiap orang adalah proses yang tidak perlu dihakimi atau dipelintir menjadi sensasi," ungkap admin dr Richard Lee dalam pernyataannya .

Sebelumnya, Mualaf Center Indonesia melalui pimpinannya Hanny Kristianto mencabut sertifikat mualaf dr Richard Lee dengan berbagai pertimbangan, salah satunya adalah foto yang memperlihatkan dr Richard Lee bersama istri di dalam gereja pada malam Natal yang beredar luas di media sosial .

"Ada foto dia sama istrinya di Gereja Katolik, karena posisi duduknya berbeda. Di Katolik itu duduk berlutut dengan istrinya merayakan Natal sementara istrinya juga Buddha," ujar Hanny Kristianto dalam sebuah tayangan YouTube Reyben Entertainment yang viral .

Dalam pernyataan yang sama, Hanny Kristianto juga mengungkap bahwa dr Richard Lee pernah mengucapkan kalimat "aku percaya Tuhan Yesus" saat berada di dalam gereja, sebuah kalimat yang menurut Hanny sudah tidak sejalan dengan kalimat syahadat La ilaha illallah .

"Di gereja dia mengucapkan itu. Itu kalimat menurut saya sudah tidak mengakui lailahaillallah. Sudah mengakui Tuhan selain Allah," tegas Hanny Kristianto .

Selain soal kunjungan ke gereja, Hanny Kristianto juga mempertanyakan konsistensi ibadah dr Richard Lee sebagai seorang muslim karena hingga saat ini status agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP) dr Richard Lee masih tercatat sebagai Katolik, bukan Islam .

"Sudah 1 tahun lebih tidak digunakan sebagaimana mestinya (KTP sampai hari ini masih Katolik) sebisa mungkin saya tidak mau bertikai untuk rebutan jenazah lagi," tulis Hanny Kristianto melalui akun Instagram pribadinya @hannykristiantonew .

Pencabutan sertifikat mualaf dilakukan karena MCI khawatir dokumen tersebut akan disalahgunakan sebagai alat bukti atau barang bukti di pengadilan dalam perkara hukum yang sedang dihadapi dr Richard Lee dengan pihak Dokter Detektif atau Doktif .

"Kami tidak berkenan terlibat dengan perselisihan sesama muslim, apalagi ikut bolak balik ke polda atau pengadilan," tulis Hanny Kristianto menegaskan alasannya .

Meskipun dilanda polemik yang cukup panas dan menuai pro kontra di masyarakat luas, dr Richard Lee sendiri telah memberikan respons yang cenderung tenang dan pasrah .

"Kami menghargai setiap proses dan keputusan yang ada. Bagi kami, keyakinan adalah perjalanan pribadi antara manusia dan Tuhan, bukan sekadar label atau dokumen," tulis dr Richard Lee melalui pernyataan resmi yang diunggah oleh adminnya di akun Instagram pribadinya .

Pencabutan sertifikat tersebut ditegaskan oleh Hanny Kristianto bukan berarti mencabut status keislaman dr Richard Lee, melainkan sebatas mencabut dokumen administratif yang dikeluarkan oleh lembaganya .

"Saya mencabut sertifikat itu bukan untuk membatalkan keislamannya. Siapa pun manusia selama hidup kita doakan mendapatkan hidayah," tegas Hanny Kristianto dalam klarifikasinya yang juga diunggah di media sosial .

Hingga berita ini diturunkan, polemik pencabutan sertifikat mualaf dr Richard Lee masih terus menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, dengan kedua belah pihak tetap pada pendirian masing-masing .

"Maka dengan pencabutan sertifikat mualaf, saya menyatakan sertifikat itu tidak berlaku. Saya juga malas kalau nanti mereka saling melapor nanti kita diminta bolak-balik ke pengadilan," pungkas Hanny Kristianto mengakhiri pernyataannya .

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung