Repelita Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melontarkan kritik tajam terhadap kondisi perekonomian dan tata kelola pemerintahan yang dinilai sedang berada dalam situasi tidak baik-baik saja.
Pandangan kritis tersebut disampaikan Anies Baswedan melalui tayangan video singkat pada kanal YouTube pribadinya yang dipublikasikan pada Sabtu, 7 November 2026.
ADVERTISEMENT
Dalam pernyataannya, ia menyoroti berbagai tekanan berat yang tengah membebani masyarakat secara bersamaan, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah hingga ancaman krisis iklim dan konflik global.
"Dan terus terang kondisinya tidak baik-baik saja rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah harga-harga naik kesempatan kerja menyempit daya beli rumah tangga melemah tabungan tergerus dan ini berdampak pada hajat hidup orang banyak," ujar Anies Baswedan.
Ia menilai bahwa di tengah tekanan geopolitik di Timur Tengah serta bayang-bayang fenomena El Nino terkuat, masyarakat dan pelaku pasar sangat membutuhkan kepastian arah kebijakan yang lahir dari kejujuran.
Namun, Anies menyayangkan sikap pemerintah yang justru cenderung memilih-milih data positif untuk ditampilkan sembari menyembunyikan persoalan nyata serta melontarkan komentar bernada candaan di tengah krisis.
Menurutnya, kebijakan yang kerap berubah-ubah membuat pelaku pasar bingung dan investor menahan diri, ditambah lagi tidak hadirnya keteladanan karena pemborosan anggaran di tingkat atas ketika rakyat diminta mengencangkan ikat pinggang.
"Oleh karena itu saya mengajak kepada pemerintah berhentilah memberi obat tidur kepada publik buka data apa adanya sampaikan masalah dengan jujur berikan arah kebijakan yang jelas dan konsisten," tegas Anies Baswedan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan realistis menghadapi masa-masa sulit ke depan dengan tetap menjaga optimisme yang berpijak pada kenyataan, bukan pada ilusi yang dibuat-buat.
"Kita pasti bisa tapi syaratnya satu serius mari kita serius mengurus bangsa ini," tutup Anies Baswedan dalam pesan videonya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok