Berita, Nasional

Dugaan Makar di Balik Penyadapan Prabowo, Oegroseno Desak Bongkar Aktor Intelektual

Repelita.net

07 November 2026 00:07 WIB • 130 view

Dugaan Makar di Balik Penyadapan Prabowo, Oegroseno Desak Bongkar Aktor Intelektual
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Indikasi konspirasi tingkat tinggi dalam skandal perekaman komunikasi tanpa izin yang menyasar pimpinan nasional kini mengarah pada dugaan makar.

Analisis forensik digital menunjukkan bahwa operasi spionase siber ini dirancang secara terstruktur, sistematis, dan terencana oleh oknum internal.

ADVERTISEMENT

Ulasan komparatif mengenai keterlibatan jaringan operator siber tersebut dibahas secara mendalam melalui tayangan di kanal YouTube NBW Media.

Mantan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol (Purn) Oegroseno mengekspresikan rasa prihatin yang mendalam atas rilis penetapan tersangka baru.

Penyidik Bareskrim Polri resmi menaikkan status hukum salah satu perwira tinggi logistik siber menjadi tersangka keempat dalam megaskandal tersebut.

Oegroseno menilai aktivitas interseptor terhadap gawai Presiden Prabowo Subianto yang berjalan sejak awal 2025 ini telah memenuhi unsur kejahatan keamanan negara.

"motif dari penyadapan ini yang harus segera bisa diungkap ke publik di situ sehingga tidak bertanya-tanya jelas-jelas bukan hanya motif" kata Oegroseno.

"politik biasa tapi yang motif yang orang mulai mengarah sekarang adalah makar empat orang yang sudah disebut itu mungkin belum" sebut Oegroseno.

"cukup untuk menjelaskan organisasinya i mungkin ya mereka masih dalam taraf kalau kategori kejahatan tuh operator di lapangan tapi aktor" papar Oegroseno.

"intelektualnya belum kebuka di sini iya kalau toh mau diperiksa bukan hanya Tedy aja ya kan ada ajudan yang lain" tutur Oegroseno.

"dan ada orang-orang dekat lain di sekitar Pak Prabowo yang bisa saja tuh handphone-nya infected kan kalau nyangkut-nyangkut ada nama" tambah Oegroseno.

"misalnya SDA nih sda kan bagi saya saya masih awam siapa kira-kira tapi kan kalau menyangkut partai politik yang disadap" keluh Oegroseno.

"ini bukan hanya presiden ketua-ketua parpol kita ingat waktu Pak Jokowi masih presiden saya bisa menggunakan badan intelijen negara saya" urai Oegroseno.

"bisa menggunakan badan intelijen kepolisian jadi pejabat-pejabat ini memang sudah masuk dalam lingkaran penyadapan di situ" ungkap Oegroseno dalam video tersebut.

Pakar kepolisian ini mendesak agar tim investigasi independen melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan gawai di sekeliling Ring 1 kepresidenan.

Langkah pengusutan rantai komando dinilai krusial guna membongkar sosok pengguna akhir hasil sadapan serta mengembalikan marwah profesionalisme institusi penegak hukum (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung