Repelita Jakarta - Sebuah skandal memalukan kembali mencoreng institusi kepolisian setelah jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Buru membongkar aksi pesta zat terlarang yang melibatkan lingkaran dalam pejabat daerah
Operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum pada hari Selasa, 12 Mei 2026 tersebut berhasil mengamankan seorang oknum anggota polisi aktif yang sehari-hari bertugas sebagai pengawal melekat Wakil Bupati Buru
ADVERTISEMENT
Petugas melakukan penggerebekan secara mendadak di sebuah hunian milik warga setempat yang berlokasi di kawasan perkotaan Namlea, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku
Dalam pengamanan di tempat kejadian perkara, ajudan berinisial Bripka Abu Bakar tersebut diringkus bersama empat orang kolega lainnya saat sedang mengonsumsi narkotika jenis sabu
Dua dari total empat rekan tersangka yang ikut diciduk di dalam rumah tersebut ternyata juga berstatus sebagai aparat kepolisian aktif jajaran korps bhayangkara daerah
Identitas kedua oknum penegak hukum tersebut diketahui bernama Bripka Pelsis Arianto selaku anggota Polda Maluku serta Aiptu Yunan Sariowa yang berdinas di Polsek Waplau
Sementara dua individu lainnya yang ikut ditangkap di lokasi merupakan warga sipil biasa yang masing-masing diketahui hanya memiliki inisial nama G dan W
Tersangka utama Bripka Abu Bakar sendiri merupakan personel aktif dari kesatuan Polisi Perairan yang diperbantukan untuk mengawal Wakil Bupati Sudarmo, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera
Aksi nekat dari pengawal pribadi orang nomor dua di Kabupaten Buru tersebut seketika memicu sorotan tajam serta menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemberantasan narkoba
Pihak otoritas menyatakan bahwa Tim Asesmen Terpadu BNN Provinsi Maluku kini telah mengeluarkan rekomendasi agar kelima pelaku tersebut diarahkan untuk menjalani program rehabilitasi medis
Kasi Humas Polres Buru Ipda Jaya memberikan konfirmasi resmi mengenai adanya operasi penangkapan tersebut meskipun dirinya masih enggan membeberkan status hukum para pelaku
Di hadapan para jurnalis, ia membatasi pemberian informasi dengan menyatakan “Maaf, saya belum bisa berbicara lebih jauh, tetapi memang ada penangkapan. Kasusnya masih dalam penyelidikan dan pengembangan,” secara singkat
Hingga saat ini tim penyidik masih melakukan interogasi mendalam guna melacak asal-usul pasokan kristal haram tersebut serta membongkar kemungkinan adanya jaringan pengedar yang lebih luas.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok