Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

[VIRAL] Cuitan Terakhir Akun X Ali Khamenei setelah Dinyatakan Meninggal oleh Donald Trump

Repelita Jakarta - Viral di media sosial setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu dua puluh delapan Februari dua ribu dua puluh enam.

Beberapa menit usai pengumuman Trump melalui Truth Social akun resmi @Khamenei_fa di platform X membagikan pesan misterius yang langsung menjadi perbincangan hangat.

Pesan tersebut ditulis dalam bahasa Persia berbunyi Be nām-e nāmi-ye Heydar alayhis-salām yang diterjemahkan sebagai Dengan nama Haidar yang dimuliakan semoga damai tercurah kepadanya merujuk pada Imam Ali bin Abi Thalib tokoh utama dalam mazhab Syiah.

Unggahan itu diposting pada Senin dua Maret dua ribu dua puluh enam dan memicu spekulasi luas apakah pesan tersebut dijadwalkan sebelumnya otomatis atau menjadi tanda bahwa Khamenei masih hidup.

Trump dalam unggahannya menyatakan Khamenei salah satu orang paling jahat dalam sejarah telah meninggal serta mengklaim pelacakan dilakukan melalui sistem canggih sehingga menjadi peluang terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negaranya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan terdapat banyak tanda yang menunjukkan pemimpin berusia delapan puluh enam tahun tersebut telah tiada.

Pejabat senior Iran Ali Larijani memperingatkan bahwa Amerika Serikat dan Israel akan menyesali tindakan mereka serta menjanjikan pelajaran tak terlupakan dari angkatan bersenjata Iran.

Dalam hitungan jam rudal dan drone Iran diluncurkan menuju Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai negara kawasan Teluk sebagai respons langsung.

Ayatollah Ali Khamenei telah memimpin Iran sejak tahun seribu sembilan ratus delapan puluh sembilan menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini dan selama hampir empat dekade mengonsolidasikan kekuasaan atas lembaga keagamaan peradilan serta angkatan bersenjata.

Secara konstitusional panel ulama akan memilih pemimpin tertinggi berikutnya namun analis memperingatkan bahwa dalam situasi perang kekuasaan dapat beralih ke dewan sementara atau Korps Garda Revolusi Islam.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved