Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Trump sebut Iran menyerah dan 'pecundang Timur Tengah', Emaridial Ulza: Hanya framing dan retorika

Repelita Jakarta - Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Iran sebagai pecundang Timur Tengah dinilai tidak mencerminkan realitas geopolitik di lapangan melainkan lebih merupakan retorika politik semata.

Trump melalui unggahan di platform Truth Social mengklaim Iran telah menyerah kepada negara tetangganya pasca serangkaian serangan dari Amerika Serikat dan Israel.

Akademisi Associate Professor Uhamka Emaridial Ulza menilai gaya komunikasi Trump kerap menggunakan klaim kemenangan sebagai langkah awal untuk menekan lawan secara psikologis.

Donald Trump memiliki kebiasaan komunikasi mengambil kemenangan sebagai pesan pertama untuk mencoba menekan lawan secara psikologis kata Emaridial Ulza pada Ahad 8 Maret 2026.

Trump juga memperingatkan bahwa Iran berpotensi menerima pukulan sangat keras yang membuka peluang perluasan target serangan ke wilayah atau kelompok lain.

Emaridial yang juga menjabat Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Bidang Hubungan Luar Negeri menyoroti kontradiksi dalam pernyataan tersebut yang justru menunjukkan kerumitan situasi perang aktual.

Deklarasi kemenangan sepihak sering menjadi bagian strategi negosiasi dalam konflik internasional menurutnya.

Pola ini sudah berulang kali terlihat dari negosiasi dagang dengan Tiongkok krisis Korea Utara hingga konflik sebelumnya di kawasan yang sama tambah Emaridial.

Ia menilai klaim Iran telah menyerah kemungkinan besar hanya framing politik untuk konsumsi domestik guna membangun citra kemenangan.

Deklarasi kemenangan di media sosial bukanlah perdamaian. Dalam banyak kasus sejarah retorika semacam ini justru dapat memperpanjang siklus eskalasi konflik ujarnya.

Konflik yang semakin memanas memerlukan peran penengah dari komunitas internasional dengan Indonesia memiliki posisi strategis untuk mendorong diplomasi.

Indonesia dapat menggalang dialog melalui Organisasi Kerja Sama Islam atau forum negara-negara Timur Tengah berkat legitimasi moral sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

Indonesia dalam posisi berada di Board of Peace bentukan Trump dan juga Indonesia bagian dari BRICS bisa menjadi penghubung walaupun tidak secara langsung kata Emaridial.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved