Repelita Jakarta - Istilah Dajjal mendadak menjadi trending topic di platform X menyusul eskalasi konflik antara Israel serta Amerika Serikat melawan Iran yang semakin memanas.
Perbincangan ramai dipicu setelah pengumuman pemanggilan sekitar tujuh puluh ribu tentara cadangan oleh militer Israel.
Angka tersebut langsung dihubungkan sebagian pengguna dengan riwayat hadis yang menyebut Dajjal akan didampingi tujuh puluh ribu pengikut pada akhir zaman.
Seorang warganet menulis Bentar, 70 ribu pasukan? Kenapa kok spesifik banget 70 ribu? Jadi jangan-jangan konspirasi Dajjal sebenarnya sudah turun, hanya saja lagi bekerja di balik layar Israel dan US, itu bener?
Cuitan tersebut menyebar luas dan memicu perdebatan sengit di antara netizen mulai dari yang mengaitkannya dengan tanda kiamat hingga yang menolak penafsiran harfiah.
Para ahli tafsir menekankan bahwa pemahaman narasi akhir zaman sering kali bersifat beragam dan tidak selalu dapat dikaitkan langsung dengan peristiwa geopolitik kontemporer.
Fenomena ini tidak terbatas pada satu unggahan melainkan menyebar ke berbagai akun di X dan Instagram di mana isu Dajjal sering dikaitkan dengan perkembangan perang terkini.
Meskipun belum ada bukti faktual yang menghubungkan riwayat hadis dengan situasi saat ini topik Dajjal tetap mendominasi diskusi bersama berita Iran dan tanda-tanda akhir zaman.
Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Sayyid Ali Khamenei telah dikonfirmasi setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada akhir pekan lalu.
Iran kini berada dalam tahap transisi kepemimpinan dengan nama Mojtaba Khamenei putra mendiang sering muncul sebagai kandidat utama pengganti.
Mojtaba dikenal memiliki pengaruh signifikan di belakang layar terutama dalam intelijen dan operasi Korps Garda Revolusi Islam serta digambarkan lebih gigih daripada ayahnya.
Faksi politik di Yaman dan Irak menyampaikan ucapan duka mendalam atas kemartiran Khamenei sambil bersumpah melanjutkan perjuangan perlawanan tanpa henti.
Dewan Politik Tertinggi Yaman menyatakan bahwa kemartiran Sayyed Ali Khamenei akan memperkuat tekad rakyat Iran dalam menjalankan jihad dan membela kebenaran.
Mereka mengutuk serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional serta norma kemanusiaan.
Biro Politik Ansarullah Yaman menegaskan dukungan penuh terhadap Iran dan komitmen bersama dalam pertempuran menuju kemenangan yang dijanjikan.
Pemerintah Irak menyatakan tiga hari berkabung nasional atas kemartiran Sayyed Khamenei melalui pernyataan resmi juru bicaranya Bassem al-Awadi.
Irak juga mengecam agresi tersebut karena melanggar semua norma etika kemanusiaan serta konvensi hukum internasional secara jelas.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

