
Repelita Jakarta - Proses suksesi kepemimpinan di Iran diprediksi tetap berjalan stabil meskipun Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan wafat akibat serangan rudal gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Pandangan tersebut disampaikan akademisi sekaligus pengamat Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran Dina Sulaeman saat menanggapi pertanyaan mengenai kelangsungan pemerintahan Republik Islam Iran di tengah krisis tersebut.
Menurut Dina sistem ideologis serta institusional Iran yang telah beroperasi lebih dari empat dekade menunjukkan tingkat kematangan tinggi dengan struktur kekuasaan yang berlapis dan teruji.
Pengalaman wafatnya Imam Ruhollah Khomeini pada tahun seribu sembilan ratus delapan puluh sembilan membuktikan bahwa transisi kepemimpinan dapat berlangsung tanpa mengguncang fondasi negara secara mendasar ujar Dina melalui pernyataan tertulis di Jakarta pada Minggu satu Maret dua ribu dua puluh enam.
Ia menekankan bahwa Republik Islam Iran tidak dibangun sebagai rezim yang bergantung sepenuhnya pada satu figur personal melainkan berbasis ideologi serta lembaga formal yang kuat.
Struktur kenegaraan tersebut membuat mekanisme suksesi telah terlembaga dengan jelas sehingga perubahan di level kepemimpinan tertinggi tidak serta-merta mengguncang sistem secara keseluruhan.
Calon pengganti Pemimpin Tertinggi harus memenuhi syarat sebagai ulama dengan gelar Ayatullah yang merupakan tingkat keilmuan agama tertinggi dalam tradisi Syiah Iran.
Iran memiliki banyak Ayatullah yang memenuhi kriteria tersebut selain harus memiliki integritas serta rekam jejak kepemimpinan yang telah teruji dalam sistem politik negara.
Dalam kondisi kekosongan jabatan mekanisme konstitusional akan dijalankan melalui Majelis Ahli yang beranggotakan para ulama serta ahli agama dari berbagai provinsi di Iran.
Lembaga tersebut memiliki kewenangan memilih serta menetapkan Pemimpin Tertinggi baru sesuai ketentuan konstitusi.
Sebelumnya pada Sabtu pagi waktu setempat Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke berbagai wilayah di Iran termasuk ibu kota Teheran yang menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa di kalangan sipil.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pada Minggu televisi nasional Iran mengonfirmasi bahwa Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia akibat serangan tersebut.
Di hari yang sama Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani memastikan bahwa Majelis Ahli akan segera menggelar sidang untuk memulai proses pemilihan Pemimpin Tertinggi baru.
Perkembangan ini menempatkan Iran dalam fase transisi kepemimpinan yang penting namun para pengamat menilai sistem politik yang telah mapan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas negara di tengah eskalasi konflik regional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

