Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Rismon Menyerah Total, Usai Sowan ke Jokowi di Solo Langsung Pasang Badan Bela Ijazah Presiden dan Gibran

 

Repelita Jakarta - Ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar akhirnya menyerah total dengan memilih bertandang ke Solo untuk meminta maaf secara langsung kepada mantan Presiden RI Joko Widodo atas polemik ijazah yang selama ini ia perdebatkan.

Langkah menyerah total tersebut ditunjukkan Rismon setelah sebelumnya mengajukan permohonan restorative justice kepada penyidik Polda Metro Jaya sebagai jalan keluar dari jeratan hukum yang menjeratnya.

Pasca pertemuan dengan Jokowi di Solo pada Kamis 12 Maret 2026, Rismon justru langsung pasang badan untuk membela Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan menyatakan bahwa ijazah keduanya asli.

Rismon mengaku telah melakukan penelitian lanjutan selama dua hingga tiga bulan terakhir dengan menggunakan tiga variabel teknis yang lebih akurat, yakni dua variabel geometri serta variabel pencahayaan.

Ketiga parameter tersebut secara otomatis mengoreksi seluruh temuan yang pernah ia tuliskan sebelumnya dalam buku kontroversial berjudul Jokowi's White Paper dan Gibran End Game.

"Wartawan memang butuh kalimat sederhana. Iya, asli (ijazah Jokowi). Kenapa? Dengan kajian saya, makanya saya bilang, truth hurts (kebenaran itu menyakitkan)," ujar Rismon usai bertemu Wapres Gibran di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat 13 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa keputusan untuk mengungkap kebenaran ini diambil demi menjaga integritas hati dan pikirannya sebagai seorang peneliti yang bertanggung jawab.

"Tetapi lebih menyakitkan lagi yang saya rasakan kalau saya enggak mau mengungkapkannya dan jujur," tambahnya menjelaskan.

Dalam pertemuan dengan Jokowi di Solo, Rismon datang bersama pengacaranya Jahmada Girsang sekitar pukul 17.10 WIB dengan mengenakan kemeja hitam dan celana jeans.

Ia juga membawa makanan khas Batak berupa naniarsik serta kain ulos yang diserahkan kepada Jokowi sebagai bentuk penghormatan adat dan simbol perdamaian.

"Kami menganggap Pak Jokowi orang terhormat. Dalam adat Batak, pemberian naniarsik dan ulos adalah bentuk penghormatan," ujar Rismon menjelaskan makna di balik pemberian tersebut.

Kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang, mengungkapkan bahwa pertemuan dengan Jokowi berlangsung dalam suasana bersahabat dan penuh keakraban.

"Tadi pertemuan adalah bersahabat, memang itu tujuan kita dan tujuannya adalah tentu menyelesaikan perkara ini, khususnya Rismon dengan Pak Jokowi," katanya usai bertemu dengan Jokowi.

"Tadi juga ketawa di dalam apalagi menjelang Lebaran, sesuai kita harapkan, kita diterima secara pribadi oleh Pak Jokowi," tambahnya.

Jokowi sendiri mengaku telah menerima permohonan maaf Rismon dan menyerahkan proses hukum selanjutnya kepada tim penasihat hukumnya serta penyidik Polda Metro Jaya.

"Ya kemarin Bang Rismon Sianipar datang ke kediaman saya. Saya menerima permohonan maaf Bang Rismon," kata Jokowi kepada wartawan, Jumat 13 Maret 2026.

"Untuk urusan restorative justice saya serahkan kepada penasihat hukum saya. Itu juga merupakan kewenangan penyidik di Polda Metro Jaya," ujarnya menegaskan.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga merespons positif langkah Rismon dengan menilai bulan Ramadan sebagai waktu tepat untuk saling memaafkan dan merajut kembali tali persaudaraan.

Setelah pertemuan dengan Jokowi, Rismon juga menyambangi Istana Wakil Presiden pada Jumat pagi untuk bertemu langsung dengan Gibran.

Dalam pertemuan tersebut, Rismon berjanji kepada putra sulung Jokowi bahwa dirinya akan melakukan penebusan atas tudingan awal yang disampaikannya melalui buku-buku yang pernah ia tulis.

"Itu akan saya tebus kepada keluarga Mas Wapres dan terutama kepada Pak Joko Widodo," ujar Rismon.

Penebusan tersebut akan dilakukan dengan membuat buku baru yang membuktikan bahwa ijazah Jokowi asli sekaligus mengoreksi kesalahan dalam penelitian sebelumnya.

Rismon menyadari bahwa keputusannya untuk berbalik arah ini akan menuai pro dan kontra, terutama di kalangan rekan-rekan seperjuangannya seperti Roy Suryo dan dr. Tifa.

Ia meminta agar perbedaan pendapat ini disikapi secara beradab tanpa menyerang pribadi dan mengajak semua pihak untuk terus mencerdaskan republik dengan cara beretika.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved