Repelita Rabat - Raja Maroko Mohammed VI dengan tegas mengutuk agresi militer yang mengancam kedaulatan serta keamanan negara-negara Arab Teluk.
Pernyataan resmi kerajaan pada Selasa 2 Maret 2026 menyebutkan bahwa Raja melakukan serangkaian panggilan telepon pada akhir pekan dengan para pemimpin Teluk.
Ia menghubungi Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman serta Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani.
Yang Mulia Raja Mohammed VI semoga Allah membantunya mengadakan beberapa panggilan telepon pada hari Sabtu ini dengan saudara-saudaranya Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Pangeran bunyi laporan resmi kerajaan.
Dalam setiap pembicaraan Raja Mohammed VI menyampaikan kecaman keras terhadap segala bentuk serangan yang mengganggu integritas wilayah negara sahabat.
Yang Mulia Raja semoga Allah memuliakan-Nya menegaskan kembali kecaman tegas Kerajaan Maroko terhadap agresi keji yang menargetkan kedaulatan negara-negara bersaudara ini dan keamanan wilayah mereka tegas pernyataan tersebut.
Maroko menegaskan dukungan penuh terhadap segala langkah yang diambil negara-negara Teluk untuk mempertahankan stabilitas nasional serta keselamatan rakyatnya.
Raja Mohammed VI menekankan bahwa keamanan kawasan Teluk Arab merupakan bagian tak terpisahkan dari keamanan serta stabilitas Kerajaan Maroko dan kawasan secara keseluruhan.
Setiap ancaman terhadap keamanan mereka merupakan agresi serius yang tidak dapat diterima serta menjadi ancaman langsung terhadap kestabilan kawasan tambahnya.
Kecaman ini muncul di tengah ketegangan yang melonjak tajam setelah Iran melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Serangan balasan tersebut menyasar fasilitas militer di Qatar Bahrain Kuwait serta Uni Emirat Arab yang menjadi tuan rumah pasukan Amerika Serikat.
Pernyataan Raja Mohammed VI mencerminkan komitmen Maroko untuk mempertahankan solidaritas dengan negara-negara Teluk di tengah eskalasi konflik regional yang semakin mengkhawatirkan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

