Repelita Teheran - Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara terbuka memohon maaf kepada negara-negara tetangga atas serangan rudal dan drone yang sebelumnya dilancarkan Iran ke wilayah mereka.
Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada Sabtu 7 Maret 2026 ia menegaskan bahwa Iran tidak akan lagi melakukan serangan terhadap negara tetangga kecuali jika ada provokasi atau serangan balik dari wilayah tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah dewan kepemimpinan sementara mengumumkan kebijakan menahan diri dari peluncuran rudal atau operasi militer ofensif tanpa alasan langsung.
Pezeshkian menekankan bahwa Iran sama sekali tidak berniat menyerang negara lain dan permohonan maaf ini muncul di tengah eskalasi ketegangan yang semakin memanas di kawasan.
Ia juga menolak keras anggapan bahwa Iran akan menyerah tanpa syarat dengan menyatakan bahwa harapan semacam itu hanya akan berakhir sia-sia di liang kubur.
Serangan Iran sebelumnya menyasar Israel serta beberapa negara Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat sehingga menimbulkan korban jiwa serta kerusakan pada fasilitas sipil dan militer.
Teheran membenarkan aksi tersebut sebagai respons defensif terhadap operasi militer gabungan AS-Israel yang telah menewaskan ratusan warga termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan pejabat tinggi militer.
Sementara itu para Menteri Luar Negeri Dewan Kerja Sama Teluk bersama Uni Eropa menggelar pertemuan pada Kamis 5 Maret 2026 untuk mengecam keras serangan Iran ke negara-negara Teluk.
Mereka menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan mengancam keamanan regional serta global sehingga menuntut penghentian serangan secara sepihak tanpa syarat.
Para Menlu menegaskan komitmen kemitraan strategis GCC-Uni Eropa berdasarkan perjanjian 1988 yang diperkuat hasil KTT di Brussel Oktober 2024.
Mereka menyerukan Iran untuk menghormati hukum internasional hukum humaniter serta prinsip Piagam PBB demi melindungi warga sipil dan menjaga stabilitas kawasan.
Solidaritas antara negara Teluk dan Uni Eropa kembali ditekankan dalam pernyataan bersama tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap perdamaian dan keamanan bersama.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

