Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

AS Tuduh China Lakukan Uji Ledakan Nuklir 2020 dan Siapkan Uji Coba Ratusan Ton TNT, Beijing Bantah Keras

 Kontroversi Uji Nuklir China 2020: Tuduhan AS dan Bantahan Beijing

Repelita Washington - Seorang pejabat tinggi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menuduh China melakukan uji ledakan nuklir pada 22 Juni 2020 serta sedang mempersiapkan uji coba nuklir lain dengan kekuatan ratusan ton TNT.

Tuduhan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri AS bidang Pengendalian Senjata dan Keamanan Internasional Thomas DiNanno dalam pidatonya pada 6 Februari di Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa.

Pernyataan itu menjadi tuduhan langsung pertama dari Washington bahwa Beijing melanggar komitmen sebagai penandatangan Perjanjian Pelarangan Menyeluruh Uji Coba Nuklir CTBT tahun 1996.

Amerika Serikat mengklaim memiliki bukti bahwa China telah melakukan ledakan nuklir dan sedang menyiapkan uji coba berdaya ledak ratusan ton TNT.

China diketahui pernah melaksanakan 45 uji coba nuklir antara tahun 1964 hingga 1996 sebelum moratorium global terhadap pengujian senjata nuklir diberlakukan secara sukarela.

Dalam laporan kepatuhan Agustus 2019 Departemen Luar Negeri AS sempat menyuarakan kekhawatiran atas aktivitas terkait uji nuklir China termasuk di situs Lop Nur Xinjiang.

Pada saat itu AS menyebut kemungkinan China melakukan beberapa eksperimen senjata nuklir selama 2018 tanpa menyimpulkan adanya pelanggaran terhadap CTBT.

Dalam pidato terbaru DiNanno menuduh China menyembunyikan uji coba dengan teknik decoupling yakni meledakkan perangkat di rongga bawah tanah besar untuk mengurangi gelombang seismik yang terdeteksi.

Meskipun telah menandatangani CTBT baik China maupun Amerika Serikat belum meratifikasi perjanjian sehingga belum berlaku secara mengikat secara hukum internasional.

CTBT melarang segala bentuk ledakan nuklir yang menghasilkan reaksi berantai berkelanjutan baik untuk tujuan militer maupun sipil.

Pemerintah China membantah tuduhan tersebut dengan tegas melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian yang menyebut pernyataan Washington sepenuhnya tidak berdasar.

Lin Jian menilai tuduhan itu hanyalah alasan bagi Amerika Serikat untuk membenarkan rencana melanjutkan uji coba nuklirnya sendiri.

Presiden Donald Trump sebelumnya pada 30 Oktober menyatakan Amerika Serikat siap melakukan uji coba nuklir secara setara jika negara lain melakukannya meskipun AS telah menjalankan moratorium sukarela sejak 1992.

Pejabat Departemen Luar Negeri AS Christopher Yeaw menyebut peristiwa yang dicurigai terjadi pukul 09.18 GMT pada 22 Juni 2020 dengan magnitudo sekitar 2,75.

Sistem Pemantauan Internasional CTBT hanya mendeteksi dua peristiwa seismik kecil dalam selang 12 detik yang kekuatannya jauh di bawah ambang deteksi uji nuklir biasa.

Kepala organisasi CTBT Robert Floyd menyatakan kekuatan tersebut terlalu kecil untuk dipastikan sebagai uji nuklir hanya dari data yang ada.

Sistem global tersebut biasanya mendeteksi ledakan setara 500 ton TNT atau lebih sehingga peristiwa kecil ini tidak dapat diklasifikasikan dengan pasti.

Mekanisme investigasi mendalam dalam CTBT hanya bisa digunakan jika perjanjian telah resmi berlaku secara hukum.

Jaringan seismik independen juga mencatat sinyal kecil di Lop Nur pada waktu yang sama namun NORSAR menyatakan lokasi pasti tidak dapat ditentukan akurat.

NORSAR menilai pola gelombang seismik memiliki karakteristik yang kadang muncul pada ledakan tetapi gempa alami juga bisa menghasilkan pola serupa terutama dari data terbatas.

Studi ilmiah menunjukkan teknik decoupling dapat mengurangi sinyal seismik hingga 70 kali lebih kecil tergantung kondisi geologi seperti batuan keras granit di Lop Nur.

Laporan National Academies of Sciences 2012 menyebut ledakan di bawah 100 ton TNT berguna untuk pengujian keselamatan senjata serta pengembangan perangkat fisi berdaya rendah.

Uji coba antara 100 ton hingga satu kiloton TNT dapat membantu desain senjata nuklir yang lebih kecil dan efisien.

Citra satelit dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan aktivitas pembangunan dan pengeboran baru di fasilitas Lop Nur seperti dilaporkan pada 2023.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved