Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Menlu Iran Ungkap Pandangan Suram soal Perang AS-Israel: Tidak Ada Pemenang!

 

Repelita Jakarta - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan pandangan pesimistis terkait akhir dari konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Ia menegaskan bahwa dalam perang ini tidak ada pihak yang benar-benar menjadi pemenang meskipun serangan terus berlanjut.

Serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu pekan lalu menargetkan berbagai wilayah Iran hingga menyebabkan kematian Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Iran segera membalas dengan melancarkan serangan ke pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah sehingga korban jiwa akibat serangan udara mencapai sekitar seribu dua ratus tiga puluh orang.

Bagi Iran kemenangan didefinisikan sebagai kemampuan bertahan menghadapi agresi serta menolak tujuan-tujuan yang dianggap tidak sah oleh pihak lawan.

Araghchi menjelaskan bahwa sejauh ini Iran telah berhasil menunjukkan ketahanan tersebut dalam menghadapi serangan yang masif.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan invasi darat oleh pasukan Amerika Serikat ia menjawab dengan nada penuh tantangan.

Tidak kami justru menunggu mereka kami yakin bisa menghadapi mereka dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka ujarnya dikutip pada Jumat 6 Maret 2026.

Araghchi juga menolak segala bentuk negosiasi dengan Amerika Serikat serta menegaskan bahwa Iran tidak pernah memohon gencatan senjata.

Menurutnya dalam konflik sebelumnya justru Israel yang meminta gencatan senjata tanpa syarat setelah dua belas hari pertempuran.

Ia merujuk pada perang Juni tahun lalu ketika fasilitas nuklir Iran menjadi sasaran serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat.

Kematian Ali Khamenei meninggalkan kekosongan kekuasaan sehingga muncul berbagai rumor mengenai kemungkinan Mojtaba Khamenei putra keduanya menjadi pengganti.

Araghchi menekankan bahwa proses pemilihan Pemimpin Tertinggi baru diatur secara konstitusional oleh Majelis Ahli.

Majelis Ahli yang beranggotakan delapan puluh delapan orang memiliki wewenang memilih pemimpin tertinggi negara.

Ia menyatakan bahwa proses tersebut kemungkinan memakan waktu lebih lama karena situasi konflik yang masih berlangsung.

Banyak rumor beredar luas tetapi belum ada kepastian mengenai siapa yang akhirnya akan terpilih.

Araghchi menegaskan bahwa semua pihak harus menunggu keputusan resmi dari Majelis Ahli tanpa terpengaruh spekulasi yang tidak berdasar.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved