Repelita Jakarta - Sebuah meme yang beredar di grup Facebook Komunitas Bisa Menulis menyindir bahwa perang antara Iran melawan Israel serta Amerika Serikat akan berhenti jika mantan Presiden Joko Widodo mempublikasikan ijazah aslinya.
Meme tersebut berbunyi Apa benar perang antara Iran vs Israel akan berhenti kalo JkW mempublikasikan ijazah aslinya dan meskipun bernada satire serta sarkasme ungkapan itu mencerminkan keraguan publik terhadap legitimasi politik domestik yang berpotensi memengaruhi kredibilitas diplomasi Indonesia di mata dunia.
Kontroversi ijazah tersebut telah berlangsung hampir tiga belas tahun sejak seminar Memimpin dengan Hati di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta pada Jumat 28 Juni 2013 di mana Joko Widodo mengakui indeks prestasi kumulatifnya kurang dari 2,0 yang dinilai mustahil bagi mahasiswa program S1 Kehutanan dengan beban sekitar 160 SKS untuk lulus dalam lima tahun.
Isu ini terus bergulir dengan ijazah yang masih dianggap belum terbuka sepenuhnya meskipun telah ada penelitian teknis ilmiah termasuk Error Level Analysis Histogram serta Luminance and Chrominance yang menunjukkan tingkat kepalsuan mencapai 99,9 persen berdasarkan postingan awal dari Dian Sandi Utama di platform X pada 1 April 2025.
Fenomena meme ini muncul bersamaan dengan tawaran Indonesia untuk menjadi mediator konflik Iran-Israel-AS di mana Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan memediasi guna meredakan eskalasi sementara Menteri Luar Negeri Sugiono mengajak semua pihak menahan diri dan Prabowo siap melakukan diplomasi langsung ke Teheran jika dibutuhkan.
Tawaran tersebut dinilai berani secara politik namun menghadapi tantangan geopolitik karena keterbatasan pengaruh Indonesia terhadap Washington Tel Aviv maupun Teheran meskipun didukung oleh posisi sebagai negara Muslim terbesar serta rekam jejak sebagai bridge builder sejak Konferensi Asia Afrika 1955 dan kontribusi besar dalam pasukan penjaga perdamaian PBB.
Faktor penghambat mencakup kerja sama militer dengan AS melalui latihan Super Garuda Shield sejak 2007 hubungan ekonomi signifikan dengan Amerika keikutsertaan dalam Board of Peace bentukan Donald Trump serta kedekatan ekonomi dengan China sejak era sebelumnya yang membuat netralitas Indonesia dipertanyakan oleh berbagai pihak.
Dalam konteks komunikasi politik digital meme seperti itu sering menjadi alat untuk menyindir elite politik mengekspresikan skeptisisme publik serta ironi terhadap kekuasaan di mana isu domestik yang dianggap sederhana dibandingkan dengan konflik global yang sangat rumit.
Meme tersebut secara simbolik menyiratkan bahwa legitimasi kepemimpinan domestik lebih mendasar daripada upaya diplomasi internasional sehingga sebelum menawarkan diri sebagai mediator negara perlu terlebih dahulu menyelesaikan persoalan legitimasi internal agar posisi tawar di panggung global menjadi lebih kuat.
Hal ini sejalan dengan konsep Two Level Game dalam hubungan internasional di mana politik dalam negeri selalu memengaruhi diplomasi luar negeri sehingga kredibilitas mediator akan melemah jika isu domestik masih menjadi sorotan tajam.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

