Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Luhut: Iran Bangsa Arya, Tak Mudah Ditaklukkan, 50 Persen Rudal AS Berhasil Dihancurkan

 Gabungan visual militer dan pidato

Repelita Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara soal perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran dengan menilai Iran merupakan bagian dari bangsa Arya sehingga tidak mudah ditaklukkan oleh kekuatan asing mana pun.

Hal itu disampaikan Luhut ketika memberikan laporan kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara Jakarta Pusat pada Jumat 13 Maret 2026.

Mulanya Luhut menyoroti serangan balasan AS ke Iran melalui Israel dengan menyebut AS menargetkan beberapa titik krusial di Iran untuk dilumpuhkan.

"Nah kalau kita lihat operasi Fury dan serangan Amerika Serikat dari Israel ke Iran, itu mereka menargetkan seperti ini, ada tiga, yaitu melumpuhkan pertahanan udara Iran, melumpuhkan kapasitas Iran, dan seterusnya," kata Luhut dalam paparannya.

Meski terus mendapat serangan dari AS, Luhut mengungkap Iran tidak gentar menghadapi agresi militer tersebut karena masyarakat Iran merupakan keturunan bangsa Arya yang dikenal tangguh.

Bangsa Arya sendiri dikenal dengan perannya sebagai leluhur peradaban Persia, Media dan Persia yang membentuk identitas budaya, bahasa Indo-Eropa, dan peradaban tinggi di dataran tinggi Iran.

Mereka berkontribusi pada warisan keagamaan Zoroaster, sastra, dan arsitektur kaya yang memengaruhi wilayah tersebut selama ribuan tahun hingga kini.

"Juga saya ingin menambahkan pada peserta rapat, hormat bahwa bangsa Iran ini sebenarnya bangsa Arya, jadi tidak mudah juga ditaklukkan," ujarnya.

Kekuatan Iran ini terbukti ketika sasaran rudal menurun tajam karena ungkap Luhut separuh dari serangan tersebut berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan Iran.

"Kalau kita lihat slide berikutnya jumlah rudal yang ditempatkan Iran menurun tajam, karena 50 persen peluncuran rudal dilaporkan telah dihancurkan," ucapnya memaparkan data.

Sementara itu Luhut mengatakan intensitas Iran menembakkan drone juga mengalami penurunan signifikan karena AS menargetkan pabrik hingga tempat peluncuran drone untuk dibombardir.

Namun kata dia Iran memiliki drone yang beroperasi dari bawah laut sebagai inovasi terbaru untuk menghindari serangan musuh.

Ia mengaku mendapat informasi tersebut dari sumber data yang dimiliki oleh timnya di Dewan Ekonomi Nasional.

"Saya lihat terus menurun karena Amerika memang dari sumber-sumber data yang kami dapat, memang menargetkan untuk menghancurkan pabriknya, menghancurkan arsenalnya, dan tempat-tempat peluncurannya. Dari sumber yang kami dapat, drone dari Iran ini juga sekarang dikembangkan drone dari bawah air," kata dia.

Pernyataan Luhut ini menunjukkan bahwa Indonesia terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah yang berdampak pada ekonomi global termasuk Indonesia.

Iran sebagai bangsa dengan peradaban kuno terbukti mampu bertahan dan mengembangkan teknologi militer canggih meskipun menghadapi tekanan militer dari negara adidaya.

Pengembangan drone bawah air menjadi bukti bahwa Iran terus berinovasi untuk mengimbangi kekuatan musuh yang lebih besar secara teknologi.

Para analis militer menilai bahwa pengembangan drone bawah air ini akan menambah kompleksitas ancaman yang harus dihadapi AS dan sekutunya di kawasan Teluk.

Drone bawah air sulit dideteksi oleh radar konvensional dan dapat digunakan untuk menyerang kapal perang maupun infrastruktur vital di dasar laut.

Inovasi ini menunjukkan bahwa perang asimetris akan semakin dominan di masa depan di mana negara yang lebih lemah secara militer dapat mengimbangi kekuatan adidaya dengan teknologi murah namun efektif.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved