Repelita Teheran - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menceritakan kematian Kepala Keamanan Ali Larijani dalam wawancara eksklusif dengan media internasional.
Ia menegaskan bahwa sistem dan struktur politik Iran kuat dan tidak akan terguncang oleh kematian para pejabat tinggi negara.
Abbas Araghchi dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa kematian pejabat tinggi tidak akan menjadi keruntuhan bagi pemerintah Iran.
Pernyataannya adalah pernyataan pertama dari pejabat pemerintah Iran setelah Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara mengonfirmasi kematian Larijani.
“Saya tidak tahu mengapa Amerika dan Israel masih belum memahami poin ini: Republik Islam Iran memiliki struktur politik yang kuat dengan lembaga politik, ekonomi, dan sosial yang mapan. Kehadiran atau ketidakhadiran satu individu tidak mempengaruhi struktur ini,” kata Araghchi saat berbicara kepada Al Jazeera dalam sebuah wawancara.
Ia mengakui bahwa masing-masing individu mempunyai peran penting dalam pemerintahan.
Namun, hal itu tidak mempengaruhi struktur mereka yang kokoh dan sudah terbangun puluhan tahun.
“Tentu saja, individu berpengaruh, dan setiap orang memainkan – beberapa lebih baik, beberapa lebih buruk, beberapa kurang – tetapi yang penting adalah sistem politik di Iran merupakan struktur yang sangat kokoh,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, ia juga menyalahkan Amerika atas kehancuran di negara-negara Teluk akibat konflik yang meluas.
Pernyataan Araghchi ini menunjukkan bahwa Iran tidak akan gentar meskipun kehilangan tokoh-tokoh kunci dalam perang melawan AS-Israel.
Ia meyakinkan rakyat Iran bahwa pemerintahan tetap berjalan normal meskipun terjadi serangan bertubi-tubi.
Publik internasional menilai pernyataan ini sebagai bentuk ketahanan politik Iran di tengah tekanan perang.
Kematian Larijani yang merupakan tokoh sentral dalam kebijakan keamanan Iran tidak menggoyahkan fondasi pemerintahan.
Araghchi menegaskan bahwa Republik Islam akan terus berjalan sesuai dengan prinsip dan strukturnya yang mapan.
Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari Iran setelah kehilangan salah satu arsitek kebijakan keamanan nasionalnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

