Repelita Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump murka kepada aliansi pertahanan NATO karena menolak bantuannya di Selat Hormuz.
Dia menegaskan tidak membutuhkan bantuan negara-negara anggota aliansi pertahanan tersebut untuk mengamankan Selat Hormuz di tengah konflik dengan Iran.
Tak satu pun anggota NATO yang memenuhi permintaan Trump untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz guna memastikan kelancaran jalur perairan strategis tersebut.
"Amerika Serikat telah diberitahu oleh sebagian besar 'Sekutu' NATO bahwa mereka tidak ingin terlibat dalam operasi militer melawan rezim teroris Iran," kata Trump di akun Truth Social, dikutip Rabu, 18 Maret 2026.
Dia mengklaim Amerika Serikat meraih kemenangan besar atas operasi tersebut, sehingga tak membutuhkan bantuan dari para sekutu.
"Kami tidak lagi 'membutuhkan' atau menginginkan, bantuan negara-negara NATO. Kami tidak pernah membutuhkannya," tulisnya dalam pernyataan yang mengundang reaksi.
Trump meminta China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, serta negara-negara lain untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.
Permintaan itu untuk mengamankan salah satu titik penting terpenting di dunia untuk perdagangan minyak global.
Dia mengaku tidak percaya bahwa anggota NATO bersedia membela Amerika Serikat.
Hal ini berbeda dengan komitmen AS dalam mendukung aliansi tersebut selama puluhan tahun.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand mengatakan Ottawa tidak mengetahui adanya permintaan dari AS agar negara-negara NATO bergabung dalam operasi melawan Iran.
Misi tersebut juga untuk memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz yang kini diblokade.
Pengiriman barang melalui Selat Hormuz hampir terhenti setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Serangan itu menyebabkan kerusakan parah dan korban sipil di berbagai kota Iran.
Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.
Iran tidak bermaksud menutup Selat Hormuz namun memiliki hak untuk menjaga perdamaian di jalur air tersebut.
Kemarahan Trump terhadap NATO menunjukkan ketegangan dalam hubungan transatlantik di tengah konflik Timur Tengah.
Publik internasional menanti apakah AS akan mampu mengamankan Selat Hormuz tanpa bantuan sekutu NATO.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

