Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

IRGC Luncurkan Gelombang Rudal ke-46, 10 Tempat Persembunyian Tentara AS dan Israel Hancur Lebur?

 

Repelita Washington - Korps Garda Revolusi Islam kembali meluncurkan gelombang rudal ke-46 yang menargetkan sejumlah lokasi yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel dalam eskalasi terbaru perang Timur Tengah.

Serangan itu disebut sebagai bagian dari operasi militer bertajuk Operation True Promise 4 yang terus dilancarkan sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026 .

Rekaman peluncuran rudal tersebut telah dirilis IRGC pada Jumat 14 Maret 2026 dan menyatakan sejumlah target telah diidentifikasi sebelumnya untuk dihancurkan.

"10 tempat persembunyian dan tempat tinggal di wilayah pendudukan, dan 3 lokasi berkumpul dan penginapan pasukan AS di wilayah tersebut telah diidentifikasi dan menjadi sasaran," kata IRGC dalam sebuah pernyataan resmi .

IRGC mengumumkan keberhasilan pelaksanaan gelombang ke-46 operasi balasan True Promise 4 terhadap target Zionis dan Amerika yang terus berlanjut tanpa henti .

Menurut keterangan Korps, gelombang ke-46 menggunakan rudal super berat Khorramshahr, serta rudal Qadr, Emad, dan Kheibar Shekan untuk menghantam target-target yang telah ditentukan .

Di wilayah pendudukan, IRGC menghantam Gurun Negev termasuk Nevatim yang menjadi salah satu pangkalan udara terbesar rezim Israel, kota pendudukan Be'er Sheva yang menjadi pusat teknologi, dan kota pendudukan Lod .

Korps juga menyerang al-Udaid, pangkalan udara terpenting Amerika Serikat di kawasan Asia Barat yang terletak di Qatar sebagai bagian dari serangan balasan .

Selain itu IRGC juga menargetkan tempat persembunyian kelompok teroris anti-Iran Komala yang selama ini menjadi proxy kekuatan asing .

Sebelumnya IRGC mengumumkan pelaksanaan gelombang ke-46 operasi tersebut yang menargetkan situs-situs di wilayah pendudukan .

Pengumuman tersebut juga menekankan efek psikologis dari serangan dengan pernyataan "Sirene ke sirene dan berebut masuk ke tempat perlindungan, inilah keadaan Zionis saat ini" .

Sementara itu militer Israel sebelumnya mengklaim telah menghancurkan lebih dari 300 peluncur rudal balistik dan sistem pertahanan udara Iran di Iran barat dan tengah sejak pertempuran dimulai .

Militer merilis rekaman serangan dengan mengatakan bahwa serangan bertujuan untuk "lebih memperluas keunggulan udara atas Iran dan meminimalkan sebanyak mungkin skala peluncuran ke arah Israel" .

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berjanji untuk mempertahankan koordinasi militer yang erat setelah peluncuran operasi bersama mereka melawan Iran .

Hegseth memuji efektivitas pertahanan bilateral terhadap ancaman rudal Iran dengan mengatakan kepada Katz: "Teruslah pergi sampai akhir – kami bersamamu" .

Serangan-serangan ini merupakan bagian dari eskalasi yang terus berlangsung sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi gabungan terhadap Iran pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Iran telah melancarkan ratusan rudal balistik dan hipersonik serta drone serang terhadap target musuh Israel dan Amerika selama pembalasan sejauh ini .

Pada hari yang sama IRGC juga melaporkan menembak jatuh lima drone musuh menggunakan sistem pertahanan udara canggih, termasuk Orbiter 4, Hermes, dan MQ-9 Reaper .

IRGC mencatat bahwa sejak awal agresi, total 114 drone pengintai dan tempur telah dihancurkan oleh sistem pertahanan udaranya yang canggih .

Sementara itu warga Zionis di seluruh wilayah pendudukan mulai menerima pesan teks peringatan dalam bahasa Ibrani yang dikirim oleh IRGC .

"Atas izin Tuhan, kami akan mendatangkan hari-hari gelap bagimu di mana kamu akan menginginkan kematian, tetapi kamu tidak akan menemukannya," demikian bunyi pesan tersebut .

Konflik yang telah memasuki minggu ketiga ini belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda dengan kedua belah pihak terus melancarkan serangan.

Korban tewas di pihak Iran dilaporkan telah mencapai lebih dari 1.400 orang sejak perang dimulai.

Dunia internasional terus mendesak dilakukannya gencatan senjata namun upaya diplomatik sejauh ini belum membuahkan hasil.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved