
Repelita Tehran - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi meyakinkan Menteri Luar Negeri Turki bahwa tidak ada proyektil yang diluncurkan dari Iran ke arah Turki di tengah perang agresi tanpa provokasi yang dilakukan Amerika dan rezim Zionis terhadap Republik Islam.
Dalam percakapan telepon pada hari Selasa, 10 Maret 2026, Araqchi dan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan membahas perkembangan regional dan kondisi yang timbul dari agresi Amerika-Israel terhadap Iran.
Melansir Tasnim, Rabu, 11 Maret 2026, Menteri Luar Negeri Iran menekankan bahwa tidak ada proyektil yang diluncurkan dari Iran ke arah negara tetangga Turki.
Araqchi juga menyoroti perlunya kewaspadaan terhadap rencana rezim Israel yang bertujuan untuk merusak hubungan persahabatan Iran dengan negara-negara regional.
Teheran menuding sejumlah serangan ke negara-negara Teluk dilakukan Israel dalam false flag operation untuk mengalihkan perhatian negara-negara kawasan dari kejahatan Israel dan menyerang lokasi sipil di Iran.
False flag operation merupakan operasi rahasia yang dirancang untuk memanipulasi persepsi publik seolah-olah dilakukan oleh pihak lain dan memfitnah pihak tersebut sehingga bisa membenarkan tindakan pembalasan atau perang.
Sementara itu, Fidan mengucapkan selamat kepada Menteri Luar Negeri Iran atas terpilihnya Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Revolusi Islam yang baru.
Diplomat senior Turki itu menggarisbawahi pentingnya menjaga hubungan yang dalam dan bersaudara antara kedua negara.
Dalam percakapan telepon tersebut disepakati untuk segera membentuk kelompok ahli militer gabungan guna meneliti secara menyeluruh klaim-klaim terbaru, sesuai dengan kesepakatan yang dicapai antara presiden Iran dan Turki.
Dalam percakapan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 9 Maret, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menolak tuduhan yang beredar di beberapa media yang mengklaim bahwa Iran telah melancarkan serangan rudal ke Turki.
Republik Islam selalu siap untuk mengurangi ketegangan di kawasan tersebut, asalkan wilayah udara, teritorial, dan perairan negara-negara tetangga tidak digunakan untuk serangan terhadap rakyat Iran, tegas Pezeshkian.
Selain itu, dalam pernyataannya pada konferensi pers mingguan pada hari Senin, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei dengan tegas membantah tuduhan mengenai keterlibatan Iran dalam serangan terhadap Turki, Republik Azerbaijan, dan Siprus.
Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan persahabatan dengan negara-negara tetangga di tengah situasi yang semakin memanas.
Amerika Serikat dan rezim Zionis melancarkan kampanye militer skala besar terhadap Iran setelah pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama beberapa komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari.
Serangan tersebut melibatkan serangan udara ekstensif terhadap lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang meluas.
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan operasi pembalasan, menargetkan posisi Amerika dan Israel di wilayah pendudukan dan di pangkalan regional dengan gelombang rudal dan drone.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

