Repelita Singapura - Harga minyak dunia melesat melewati angka seratus dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak tahun dua ribu dua puluh dua akibat dampak perang antara Amerika Serikat serta Israel melawan Iran yang terus mengganggu pasokan global.
Konflik yang semakin memanas selama akhir pekan telah mengurangi aliran minyak hingga sekitar dua puluh juta barel setiap hari sehingga memicu kekhawatiran akan krisis energi berkepanjangan di pasar internasional.
Serangan terhadap setidaknya lima fasilitas energi di sekitar Teheran menciptakan situasi yang digambarkan sebagai pemandangan apokaliptik di ibu kota Iran dengan kebakaran besar yang melanda area penyimpanan.
Perusahaan minyak nasional Kuwait mengumumkan pemangkasan produksi sebagai langkah pengamanan sementara di tengah serangan balasan dari Iran yang terus berlanjut.
Selat Hormuz jalur vital perdagangan minyak dan gas dunia yang biasanya dilewati seperlima dari kapal tanker global saat ini secara efektif ditutup selama satu minggu penuh.
Minyak mentah Brent patokan internasional melonjak enam belas koma enam persen menjadi seratus delapan koma satu dolar AS per barel saat pembukaan perdagangan di Asia Pasifik.
Harga West Texas Intermediate minyak mentah Amerika Serikat juga melonjak sembilan belas koma enam persen mencapai seratus delapan koma tujuh dua dolar AS per barel.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengomentari lonjakan harga tersebut melalui media sosialnya pada Minggu dengan menyebutnya sebagai harga kecil yang harus dibayar demi keamanan dan perdamaian Amerika Serikat serta dunia.
Ia menegaskan bahwa harga minyak akan segera turun drastis begitu ancaman nuklir Iran berhasil dihancurkan sepenuhnya.
Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan bahwa kelanjutan serangan Amerika Serikat serta Israel berpotensi mendorong harga minyak melampaui dua ratus dolar AS per barel.
Peringatan itu disampaikan setelah serangan akhir pekan lalu yang menyasar berbagai lokasi energi penting di wilayah Iran.
Indeks Nikkei dua ratus dua puluh lima Jepang anjlok enam koma tiga persen di pembukaan perdagangan Senin di Tokyo menandai gejolak besar di pasar saham Asia.
Indeks Kospi Korea Selatan merosot lima koma sembilan persen sementara ASX dua ratus Australia turun tiga koma sembilan persen di Sydney.
Data pra-pasar menunjukkan Wall Street diperkirakan akan dibuka dengan penurunan signifikan akibat sentimen negatif dari lonjakan harga minyak dan ketidakpastian geopolitik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

