Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Fakta Menarik Sosok Sayyid Alamolhoda, Ulama yang Anti-Israel dan Anti-AS Kini Pimpin Iran Perang!

 

Repelita Teheran - Republik Islam Iran sedang menghadapi babak baru yang krusial setelah Majelis Pakar mengonfirmasi pemilihan Pemimpin Tertinggi pengganti Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.

Ayatollah Sayyid Ahmad Alamolhoda muncul sebagai figur sentral dalam dinamika ini meskipun pemilihan resmi pengganti belum diumumkan secara publik hingga saat ini.

Sebagai anggota Majelis Pakar dari provinsi Khorasan Razavi serta imam salat Jumat di Mashhad sejak 2005 atas penunjukan langsung Khamenei ia dikenal sebagai ulama garis keras dengan retorika tajam anti-Amerika dan anti-Israel.

Alamolhoda lahir pada 1 September 1944 di Mashhad dan telah memperkuat posisinya melalui keanggotaan di Asosiasi Ulama Pejuang kelompok konservatif berpengaruh serta hubungan keluarga sebagai mertua mantan Presiden Ebrahim Raisi.

Pada 2013 ia menyatakan penghancuran Israel sebagai fondasi utama Revolusi Islam serta pilar rezim Iran tanpa menutupi niat konfrontasi langsung.

Tahun 2023 ia menegaskan poros perlawanan termasuk Hizbullah dengan seratus ribu rudal presisi siap menghancurkan Israel yang disebutnya sebagai sel kanker yang wajib dimusnahkan sejalan dengan ajaran Imam Khomeini.

Terhadap Amerika Serikat pada 2024 ia mengklaim Iran sukses mengekspor gelombang anti-Americanisme secara global hingga terdengar di dalam negeri Amerika sendiri menjadikannya fenomena duniawi yang mengukuhkan posisi Iran sebagai kekuatan regional tangguh.

Pandangan domestiknya sangat ketat termasuk pelarangan konser musik di Mashhad karena dianggap khusus untuk ibadah serta penolakan hak perempuan bersepeda atau menyaksikan pertandingan di stadion demi pelestarian nilai keagamaan.

Pasca-pemilu dengan partisipasi terendah sepanjang sejarah Iran pada 2024 ia menegaskan bahwa mayoritas suara tidak relevan jika bukan mayoritas yang religius dan taat bukan yang durhaka.

Pemilihan ini berlangsung saat Iran terlibat perang terbuka melalui Operasi Janji Sejati 4 yang terus menyerang pangkalan musuh dengan lebih dari dua ribu korban personel AS dan Israel tewas atau terluka.

Dukungan kuat dari IRGC serta Basij menunjukkan konsolidasi faksi garis keras di bawah kepemimpinannya sementara NATO retak dengan penolakan Inggris dan Spanyol membantu Amerika Serikat.

Ekonomi Iran tertekan berat akibat sanksi dan konflik berkepanjangan sementara ancaman eliminasi terhadap pemimpin baru dari Israel menambah risiko tinggi sejak hari pertama.

Tantangan utama meliputi memimpin perang menjaga stabilitas internal mengatasi krisis ekonomi menghadapi ancaman pembunuhan serta mempertahankan poros perlawanan di Yaman Irak Suriah dan Lebanon.

Era baru konfrontasi total dengan Amerika Serikat serta Israel kini terbentuk di bawah kepemimpinan ulama yang mengendalikan aspek militer politik dan agama secara mutlak.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved