Repelita Dubai - Kota Dubai yang selama ini dikenal sebagai lambang kemewahan dan kemakmuran kini berubah menjadi wilayah yang mencekam akibat serangan rudal serta drone dalam 48 jam terakhir.
Warga setempat maupun wisatawan asing terpaksa mengurung diri di dalam rumah dan hotel sementara langit yang biasanya cerah dipenuhi suara ledakan dan asap tebal.
Eskalasi ini dipicu oleh serangan balasan dari Iran sebagai respons terhadap operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat bersama Israel di kawasan Timur Tengah.
Dubai yang menjadi pusat ekonomi dan pariwisata global secara tak terduga ikut terseret menjadi medan konflik yang memprihatinkan.
Beberapa titik vital termasuk kawasan industri dan landmark pariwisata menjadi sasaran sehingga mengganggu citra kota yang selama ini tak tergoyahkan.
Di Palm Jumeirah pulau buatan ikonik tersebut Hotel Fairmont The Palm mengalami guncangan hebat akibat ledakan yang terjadi di dekatnya.
Hotel Burj Al Arab yang terkenal di seluruh dunia juga terdampak ketika puing-puing drone yang dicegat sistem pertahanan udara jatuh dan memicu kebakaran kecil pada bagian luar bangunan.
Pemandangan asap mengepul di antara gedung-gedung mewah menciptakan suasana yang benar-benar bertolak belakang dengan keindahan biasanya.
Becky Williams seorang penduduk lokal menceritakan kepada media internasional bahwa ia menyaksikan sekitar 15 rudal pencegat diluncurkan dari belakang rumahnya.
Anda bisa mendengar langsung bagaimana pencegatan itu terjadi di atas kepala ujarnya sambil menggambarkan ketegangan yang sulit disembunyikan meski ia berusaha tetap tenang.
Satya Jaganathan seorang wisatawan mengaku rencana liburannya hancur total karena kini ia terkurung di apartemen bersama saudarinya yang mengungsi dari kawasan Pelabuhan Jebel Ali.
Situasinya aneh ada suara ledakan keras setiap beberapa jam ini bukan Dubai yang kami kenal keluhnya dengan nada kecewa.
Bandara Internasional Dubai yang menjadi salah satu pusat penerbangan tersibuk di dunia mengalami kerusakan signifikan akibat insiden keamanan tersebut.
Ribuan penerbangan dibatalkan secara tiba-tiba sehingga mengakibatkan gangguan parah dalam lalu lintas udara global yang bahkan disebut lebih buruk daripada masa pandemi.
Judy Trotter seorang turis dari London menggambarkan kondisi di bandara seperti area pengungsian dengan ribuan orang terlantar dalam keadaan marah dan sedih.
Saya bertemu orang-orang yang sangat terpukul karena mereka melewatkan pemakaman keluarga akibat pembatalan ini ceritanya.
Kate Fischer wisatawan asal Inggris lainnya mengungkapkan bahwa ia dan pasangannya harus menyiapkan tas darurat serta membasahi handuk sebagai persiapan menghadapi kemungkinan kebakaran di hotel.
Sangat surealis di satu sisi ada orang yang mencoba menghibur anak-anak mereka agar tetap menikmati liburan sementara di sisi lain asap terlihat jelas ini merasa tidak aman di tanah Emirat tambahnya.
Kini seluruh dunia menanti apakah Dubai dapat segera pulih dari keterpurukan ini atau konflik yang lebih luas akan terus menyelimuti kawasan Timur Tengah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

