![]()
Repelita Bandung - Pengamat politik Rocky Gerung menantang kalangan akademisi untuk menguji secara metodologis konsep ekonomi yang disebut Prabowonomics.
Tantangan tersebut disampaikan dalam acara peluncuran buku Menggugat Republik karya Syahganda Nainggolan di Aula Barat Institut Teknologi Bandung pada Kamis 5 Maret 2026.
Acara yang diselenggarakan Great Institute itu memicu diskusi mendalam mengenai gagasan ekonomi politik yang berkembang.
Rocky Gerung menyatakan bahwa istilah Prabowonomics mulai memunculkan percakapan akademik karena dianggap mengandung metodologi serta ideologi tertentu.
Ia menjelaskan bahwa ketika sebuah konsep ekonomi diberi nama maka secara otomatis menjadi genre dalam diskursus ilmu ekonomi.
Menurutnya tugas intelektual adalah membongkar konsep tersebut secara metodologis agar dapat diuji keabsahannya.
Rocky juga menyinggung struktur ekonomi Indonesia yang telah digariskan dalam konstitusi dengan tiga pilar utama.
Pilar pertama adalah korporasi yang berfungsi untuk akumulasi ekonomi secara efisien.
Pilar kedua adalah badan usaha milik negara yang bertugas menghimpun kekuatan demi kemandirian ekonomi nasional.
Pilar ketiga adalah koperasi yang berperan membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Ia memaknai konsep yang dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya memperkuat solidaritas sosial dalam kerangka ekonomi nasional.
Rocky Gerung menyoroti kondisi ruang publik yang kini semakin didominasi buzzer influencer serta algoritma media sosial.
Menurutnya republik seharusnya menjadi ruang penggunaan nalar publik untuk diskusi rasional mengenai kepentingan bersama.
Ia menegaskan bahwa komunikasi politik saat ini dikuasai oleh buzzer influencer dan algoritma sehingga mengurangi kualitas percakapan publik.
Acara peluncuran buku tersebut dihadiri akademisi mahasiswa serta sejumlah tokoh yang mendiskusikan gagasan politik dan ekonomi terkini di Indonesia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

