
Repelita Moskow - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan bahwa pengerahan pasukan Inggris ke Ukraina justru akan memperpanjang durasi konflik bukan mengakhirinya seperti yang diharapkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Zakharova pada hari Kamis sebagai respons terhadap niat Prancis dan Inggris untuk mengirim pasukan ke Ukraina setelah tercapainya gencatan senjata dalam perang melawan Rusia.
Menteri Pertahanan Inggris John Healey dalam artikel surat kabar akhir pekan lalu menyatakan keinginannya mengerahkan pasukan Inggris ke Ukraina karena hal itu menandakan akhir dari perang yang sedang berlangsung.
Zakharova menilai pandangan Healey keliru karena penempatan pasukan asing di wilayah Ukraina tidak akan menyelesaikan konflik melainkan memperpanjang pertempuran serta meningkatkan risiko konfrontasi militer berskala besar yang melibatkan lebih banyak negara.
"Bertentangan dengan kesalahpahaman Healey, pengerahan pasukan Inggris ke Ukraina tidak akan berarti berakhirnya perang, melainkan perpanjangan konflik dan peningkatan risiko konfrontasi militer skala besar yang melibatkan lebih banyak negara," kata Zakharova melansir Al Arabiya dari Reuters pada 26 Februari.
Zakharova menegaskan kembali peringatan resmi dari Rusia bahwa pasukan asing yang ditempatkan di Ukraina akan dianggap sebagai target militer yang sah oleh pihak Rusia.
Pernyataan ini semakin mempertegas sikap tegas Moskow terhadap segala bentuk intervensi militer langsung dari negara-negara Barat di tengah upaya mencapai gencatan senjata.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

