Repelita Jakarta - PT Wijaya Karya Tbk menyatakan sikap positif terhadap upaya pemerintah serta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara dalam menyelesaikan kewajiban pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.
Pemerintah melalui Danantara terus melanjutkan pembahasan teknis guna menyempurnakan mekanisme pelunasan utang proyek strategis nasional tersebut bersama pihak terkait dari China.
Proses negosiasi dan penyelesaian teknis dengan mitra China masih berlangsung hingga kini sementara sumber dana pelunasan tetap bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara meskipun besaran pasti yang akan ditanggung negara belum diumumkan secara rinci.
Wijaya Karya menyatakan menghargai langkah pemerintah dan Danantara dalam menangani persoalan utang Whoosh tersebut.
Saat ini perseroan masih menantikan penjelasan lengkap mengenai skema yang akan dijalankan oleh pemerintah maupun Danantara terkait rencana penyelesaian tersebut kata Corporate Secretary Wijaya Karya Ngatemin kepada awak media pada Jumat tanggal tiga belas Februari dua ribu dua puluh enam.
Perseroan mencatat kerugian bersih mencapai tiga koma dua satu triliun rupiah pada periode sembilan bulan pertama tahun dua ribu dua puluh lima yang berbanding terbalik dengan pencapaian laba bersih tujuh ratus empat puluh satu koma empat tiga miliar rupiah pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beberapa pos beban perseroan mengalami peningkatan signifikan di antaranya bagian rugi dari entitas asosiasi dan ventura bersama yang melonjak dari enam ratus enam puluh sembilan koma enam empat miliar rupiah menjadi satu koma satu triliun rupiah per akhir September dua ribu dua puluh lima.
Dalam laporan keuangan per tiga puluh September dua ribu dua puluh lima konsorsium Wijaya Karya-CRIC-CRDC-CREC-CRSC mencatat saldo piutang pembayaran di muka terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung milik KCIC senilai lima koma nol satu triliun rupiah yang merupakan klaim atas biaya tambahan atau cost overrun.
Wijaya Karya memegang dua peran utama dalam proyek Whoosh yakni sebagai investor melalui penyertaan modal sebesar enam koma satu triliun rupiah atau sekitar tiga puluh dua persen saham di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia yang berdampak besar terhadap kinerja keuangan perseroan karena operasional Whoosh masih merugi akibat pendapatan tiket di bawah target awal.
Selain itu perseroan bertindak sebagai kontraktor lokal tunggal dalam konsorsium KCIC dengan menangani sekitar dua puluh lima persen porsi pekerjaan konstruksi bawah meliputi pengurugan serta penggalian tanah.*
Editor: 91224 R-ID Elok.

