Repelita Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster memberikan tanggapan langsung atas sorotan Presiden Prabowo Subianto mengenai permasalahan sampah di Bali yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.
Wayan Koster menjelaskan bahwa Bali berhasil mempertahankan popularitas tinggi sepanjang tahun 2025 meskipun sempat diwarnai isu sampah serta kemacetan yang disebarkan oleh berbagai pihak termasuk kompetitor destinasi wisata.
Ia menyatakan bahwa pencapaian tersebut tercermin dari sejumlah indikator positif yang menunjukkan ketahanan Bali sebagai destinasi wisata unggulan.
Menurut Koster jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali dari Januari hingga Desember 2025 mencapai tujuh juta lima puluh ribu orang atau meningkat tujuh ratus lima puluh ribu orang dibandingkan tahun 2024.
Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sebelum tahun 2025.
Koster juga menyebut Bali menduduki peringkat pertama sebagai destinasi wisata terbaik di dunia menurut versi Tripadvisor.
Ia mengakui bahwa meskipun status tersebut telah diraih permasalahan sampah tetap harus segera ditangani secara serius.
Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten dan kota telah berkomitmen menerapkan berbagai strategi pengelolaan sampah berbasis sumber termasuk pembangunan teba modern pengadaan komposter serta fasilitas TPS3R dan TPST.
Wayan Koster mengungkapkan bahwa saat ini sedang diproses pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui Danantara dengan rencana peletakan batu pertama pada Maret 2026.
Proyek tersebut dijadwalkan berlangsung selama delapan hingga dua belas bulan dan ditargetkan selesai pada tahun 2027.
Fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik itu nantinya mampu menangani minimal seribu ton sampah per hari yang berasal dari wilayah Denpasar dan Badung.
Koster menyatakan bahwa setelah fasilitas tersebut beroperasi masalah sampah di Bali dapat terselesaikan pada akhir tahun 2027 atau awal tahun 2028.
Ia memaknai peringatan dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk komitmen dan kecintaan terhadap Bali yang harus ditanggapi secara positif.
Menurutnya hal tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Provinsi Bali serta pemerintah daerah se-Bali untuk bekerja lebih keras dan cepat dalam mengatasi permasalahan sampah.
Wayan Koster menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian Presiden yang memberikan semangat serta dorongan bagi dirinya sebagai gubernur dan seluruh pihak terkait.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

