Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

[VIRAL] Influencer Cilik Ini Berani Kritik Kepala BGN yang Sebut MBG Kurangi Angka Putus Sekolah

 

Repelita Jakarta - Influencer cilik Chacha secara terbuka mengkritik pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana yang menyebut program Makan Bergizi Gratis mampu menurunkan angka anak putus sekolah di Indonesia.

Dadan Hindayana menyatakan bahwa pendidikan di sekolah negeri telah digratiskan sehingga penyebab utama putus sekolah bukan biaya sekolah melainkan ketidakmampuan orang tua memberikan uang jajan harian kepada anak.

Ia mengatakan “Asih yang menyebabkan banyak anak putus sekolah? Kan pendidikan di kita sudah gratis ya. Sebagian besar, kecuali sekolah-sekolah swasta yang terkenal kan. Dan ternyata yang membuat banyak keluarga anaknya putus sekolah, karena kemampuan orang tua memberi jajan, uang harian kepada anak.”

Menurut Dadan kehadiran program Makan Bergizi Gratis membantu mengatasi masalah tersebut karena menyediakan asupan gizi sehingga anak lebih termotivasi untuk tetap bersekolah.

Dadan menambahkan “Itu yang menyebabkan banyak putus sekolah. Jadi, hadirnya makan bergeji menyelamatkan mereka.”

Chacha menyanggah pandangan itu dengan menegaskan bahwa akar permasalahan putus sekolah jauh lebih kompleks daripada sekadar kurangnya uang jajan.

Ia menjelaskan bahwa kondisi ekonomi keluarga yang sulit terutama karena tingginya angka pengangguran orang tua menjadi faktor utama yang membuat anak terpaksa berhenti sekolah.

Chacha menyatakan “Pak, bukan karena nggak ada uang jajan banyak anak putus sekolah. Tapi karena keadaan ekonomi, Pak. Orang tuanya nggak ada pekerjaan, alias pengangguran.”

Meskipun sekolah negeri gratis Chacha menyoroti masih adanya biaya pendukung seperti pembelian seragam buku tulis alat tulis buku LKS dan perlengkapan sekolah lainnya yang membebani keluarga kurang mampu.

Ia menegaskan “Makanya anaknya putus sekolah. Biarpun sekolah negeri juga, semua butuh biaya, Pak. Beli buku tulis, perlengkapan sekolah, seragam sekolah, beli buku LKS.”

Chacha mempertanyakan apakah pemerintah benar-benar menyediakan seluruh kebutuhan pendidikan secara gratis hingga jenjang akhir serta menekankan minimnya kesempatan kerja bagi orang tua sebagai penyebab mendasar.

Ia menyatakan “Sampai lulus pun kita butuh biaya. Apakah pemerintah menyediakan, Pak? Ditambah kurangnya lapangan pekerja buat para orang tua. Saya bisa ngomong gini karena saya membiayai sekolah saya sendiri, Pak.”

Dengan penuh emosi Chacha meminta pemerintah memprioritaskan pendidikan yang benar-benar gratis ketimbang mengandalkan program Makan Bergizi Gratis yang dianggapnya hanya menutupi persoalan struktural.

Ia menambahkan “Saya tahu sekolah negeri pun butuh biaya juga. Di mana letak gratisnya? Jangan menutupi permasalahan rakyat yang masih susah cari kerja. Dan anak-anak yang susah lanjut sekolah, dia memakan gratis, Pak.”

Chacha menegaskan bahwa tidak semua anak menerima atau membutuhkan MBG namun pendidikan gratis akan diterima dengan sukarela oleh seluruh anak dan orang tua di tanah air.

Ia menyimpulkan “Tega sekali, Ya Allah. Ingat ya, Pak. Tidak semua anak di Indonesia mau menerima MBG diperut mereka. Tapi jika pendidikan gratis, saya yakin pasti semua anak akan menerimanya dengan senang hati, termasuk para orang tua.”(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved